Selasa, 15 Februari 2011

Active Learning Method


1. Bertukar Tempat

URAIAN SINGKAT          
Strategi ini memungkinkan siswa untuk lebih mengenal. berbagi pendapat dan membahas gagasan, nilai-nilai atau pemecahan masalah baru. Ini merupakan cara yang luar biasa bagus untuk meningkatkan keterbukaan-diri atau bertukar pendapat secara aktif.

PROSEDUR
1.      Berikan siswa satu buku catatan merek apa saja. [Putuskan apakah aktivitasnya akan berjalan lebih baik dengan membatasi siswa pada satu atau beberapa sumbang saran.]
2.      Mintalah mereka untuk menulis pada buku catatan tersebut salah satu dari hal-hal berikut ini:
a.      Nilai-nilai yang mereka anut
b.      Pengalaman. yang mereka dapatkan belakangan ini.
c.      Gagasan. atau solusi kreatif atas persoalan yang anda kernukakan
d.      Pertanyaan yang mereka miliki tentang materi yang diajarkan di kelas
e.      Pendapat mereka tentang topik yang anda pilih.
f.        Fakta tentang mereka sendiri dan mata pelajaran di kelas.
3.      Perintahkan siswa untuk melekatkan kertas catatan pada baju mereka dan berkeliling di sekitar ruang kelas untuk saling membaca catatan mereka.
4.      Selanjutnya, perintahkan siswa untuk kembali ke kelompok masing-masing dan merundingkan pertukaran catatan satu sama lain. Pertukaran itu harus didasarkan pada keinginan untuk memiliki nilal, pengalaman. gagasan, pertanyaan, pendapat atau fakta tertentu dalam jangka pendek. Buatlah aturan bahwa semua pertukar­an harus berlangsung timbal-balik. Perintahkan siswa, untuk melakukan pertukaran sesering mungkin.
5.      Perintahkan siswa untuk kembali ke tempat masing-masing dan berbagi pengalaman tentang pertukaran apa yang telah dia lakukan dan apa sebabnya. (Misalnya, "Saya bertukar catatan dengan Sally, yang isinya menjelaskan bahwa dia pemah mengunjungi Eropa Timur. Saya sungguh ingin bepergian ke sana karena saya memiliki leluhur dari Hungaria dan Ukraina.")

VARIASI
1.      Perintahkan siswa untuk membentuk sub kelompok, bukannya bertukar catatan, dan suruhlah siswa mendiskusikan isi catatan mereka.
2.      Perintahkan siswa untuk menempelkan catatan mereka di tempat terbuka (misalnya papan tulis, whiteboard. dsb) dan diskusikan persamaan dan perbedaannya.

2.  Siapa Saja yang Ada di Kelas?

URAIAN SINGKAT
Akivitas pembuka yang terkenal ini merupakan perburuan atau pencarian teman sekelas, bukannya pencarian benda. Perburuan ini bisa dirancang dalam sejumlah cara dan untuk ukuran kelas apapun. Cara ini membantu terbentuknya semangat tim dan memungkinkan adanya gerakan flslk semenjak awal pelajaran.

PROSEDUR
1.      Susunlah 6 hingga 10 pernyataan deskriptif untuk melengkapi frase: Carilah seseorang yang .
Sertakan pernyataan yang mengidentifikasi informasi pribadi dan/atau isi kelas. Gunakan sebagian dari penggalan kalimat awal Ini:
Carilah seseorang yang....
menyukal _____
mengetahui apa itu _____                   
menganggap bahwa _____
mahir dalam hal telah_____
termotlvasi oleh _____
percaya bahwa _____
belakangan ini telah membaca buku tentang_____
berpengalaman dengan ______
tidak menyukai ______
telah mempelajari_____
memlliki usul yang balk untuk _____
memiliki sebuah ______
menginginkan atau tidak menginginkan_____
2.      Bagikan pernyataan tertulis itu kepada siswa dan beri-kan perintah berikut ini:
Kegiatan ini tidak ubahnya perburuan binatang, namun yang kalian buru adalah orang, bukan binatang. Bila saya katakan "mulai," berkelilinglah ke seputar ruangan kelas untuk mencari siswa yang cocok dengan  pernyataan-pernyataan tertulis yang kalian pegang. Kalian bisa menggunakan masing-masing teman untuk satu pernyataan yang cocok, sekalipun dia cocok dengan lebih dari satu pernyataan. Bila kalian sudah menemukan yang cocok, tulislah nama depan teman kalian itu.
3.      Bila sebagian besar siswa sudah selesai, perintahkan untuk menghentikan perburuan dan kembali ke tempat duduk masing-masing.
4.      Anda mungkin perlu menawarkan hadiah penghargaan kepada .siswa yang selesai paling duluan. Dan yang lebih penting, surveilah masing-masing butir pernyataan semua siswa. Perintahkan siswa untuk melakukan diskusi singkat tentang beberapa butir yang mungkin dapat menstimulasi minat terhadap topik pelajaran.

VARIASI
1.      Hindarilah persaingan dengan cara mengalokaslkan cukup waktu bagi semua siswa untuk menyelesalkan perburuan mereka.
2.      Perintahkan siswa untuk menemui teman-temannya dan mencari tahu seberapa banyak kecocokan yang bisa didapatkan oleh tiap siswa.



3.  Resume Kelompok

URAIAN SINGKAT
Resume biasanya menjelaskan hal-hal yang telah dicapai individu. Resume kelompok merupakan cara menarik untuk membantu siswa lebih mengenal satu sama lain atau melakukan semacam pembentukan tim yang anggotanya sudah saling mengenal. Aktivitas ini bisa sangat efektif jika resume itu sangat relevan dengan materi pelajaran yang anda ajarkan.

PROSEDUR
1.      Bagilah kelas menjadi sejumlah kelompok beranggotakan 3 hingga 6 siswa.
2.      Katakan kepada siswa bahwa aktivitas ini akan menggali bakat mereka dan merupakan pengalaman yang luar biasa.
3.      Katakan bahwa satu cara untuk mengenali dan membanggakan sumber daya kelas adalah dengan membuat resume kelompok. (Anda mungkin perlu menunjukkan tugas atau kontrak imajiner yang akan ditawarkan kepada kelas.)
4.      Berikan kertas koran dan spidol kepada kelompok untuk menunjukkan resume mereka. Resume ini harus mencantumkan informasi yang membanggakan kelompok secara keseluruhan, data-data berikut ini bisa disertakan di dalamnya:
Latar belakang pendidikan; sekolah yang sudah dimasuki
Pengetahuan tentang isi mata pelajaran
Pengalaman bekerja
Posisi yang diduduki
Ketrampilan
Hobi, bakat, perjalanan, keluarga
Prestasi
5.      Perintahkan semua kelompok untuk rnenyajikan re­sume dan memaparkan semua sumberdaya dalam keseluruhan kelompok. Berikut adalah resume yang bisa dibuat oleh kelompok dalam pelajaran tulis-menulis bisnis:
Penulis Resume Kita
[Todd, Pat, Shawna, Eli]

TUJUAN
Menginginkan pengalaman dalam membuat dokumen profesional dan keterampilan penyuntingan.
KUALIFIKASI
  • 8 tahun dalam bursa tenaga kerja
  • Menempuh pendidikan tinggi selama 4 tahun
  • Pengetahuan tentang:
Kesesuaian subyek/verba
Verba aktif dan pasif
Partisip pelengkap
Penggunaan koma
Penggunaan huruf besar
Kata-katayang sering salah ucap atau membingungkan
  • Memiliki 2 unit computer
  • Akrab dengan Word Perfect dan Microsoft Word
  • Memiliki hobi memasak, mandi surya. berdansa, dan berbelanja

 
 















VARIASI
1.      Untuk mempercepat kegiatari tersebut, berikan garis-garis besar resume yang telah dipersiapkan yang isinya menyebutkan informasi apa saja yang mesti dikumpulkan
2.      Perintahkan siswa untuk saling mewawancarai tentang kategori yang anda sediakan, bukannya memlnta siswa menyusun resume sendiri.


4. Prediksi

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan cara menyenangkan guna membantu siswa lebih rnengenal satu sama lain. Kegiatan ini juga merupakan eksperimen berkesan menarik.

PROSEDUR   
1.      Bentuklah sub-sub kelompok beranggotakan 3 atau 4 siswa (yang relatif kurang akrab satu sama lain).
2.      Katakan kepada siswa bahwa tugas mereka adalah memprediksi bagaimana masing-masing siswa di dalam kelompok mereka akan menjawab pertanyaan tertentu yang telah anda siapkan. Berikut ini adalah alternatif pertanyaannya:
1.      Jenis musik apakah yang kamu sukai?
2.      Apa keglatan favoritmu di kala senggang?
3.      Berapa jamkah biasanya kamu tidur malam?
4.      Berapa banyak saudara kandung kamu, dan kamu ini anak keberapa?
5.      Di manakah kamu dibesarkan?
6.      Seperti apakah kamu waktu kecil?
7.      Orang tuamu punya sikap keras ataukah lembut sih?
8.      Pekerjaan apa yang pemah kamu punyai?

Catatan: Pertanyaan lain bisa ditambahkan atau diku-rangi tergantung pada  siswa di dalam kelas pelajaran anda.

3.      Perintahkan sub-sub kelompok untuk memulai dengan menyeleksi satu orang sebagai "subyek" pertama. Desaklah anggota kelompok untuk sedetail mungkin dalam memprediksi subyek itu. Katakan pada mereka untuk tidak takut dalam melakukan prediksi secara blak-blakan! Ketika membuat dugaan, perintahkan "subyek" untuk tidak memberikan indikasi tentang ketepatan prediksi yang dilakukan terhadap dirinya. Ketika siswa yang lain sudah menyelesaikan prediksi mereka tentang si "subyek". si "subyek" kemudian harus mengemukakan jawaban atas pertanyaan tentang dirinya.
4.      Perintahkan agar tiap anggota kelompok melakukan giliran menjadi sasaran prediksi.

VARIASI
1.      Buatlah sejumlah pertanyaan yang mengharuskan siswa membuat prediksi tentang pendapat dan keyakinan (bukannya informasi faktual) masing-masing. Sebagai contoh, tanyakan: "Sifat apakah yang paling penting untuk dimliki oleh seorang teman?
2.      Hilangkan prediksi. Sebagai gantinya, perintahkan siswa. satu demi satu. untuk menjawab pertanyaan itu segera. Kemudian, perintahkan tiap anggota sub kelompok untuk mengemukakan fakta-fakta apa saja—tentang sesama siswa—yang "mengejutkan" mereka (berdasarkan kesan pertama).


5. Iklan Televisi

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan kegiatan pembukan yang baik bagi siswa yang telah mengenal satu sama lain. Aktivitas ini dapat memunculkan semangat tim dengan cepat.

PROSEDUR
1.      Bagilah siswa menjadi sejumlah tim beranggotakan tidak lebih dart 6 orang.
2.      Perintahkan tirn-tim tersebut untuk membuat Iklan tv tiga puluh detik yang menawarkan rnata pelajaran— menekankan. misalnya. nilai gunanya bagi mereka (atau bahkan bagi dunia!), tokoh-tokoh terkenal yang terkait dengan materi pelajaran ini, dan sebagainya.
3.      Iklan tersebut harus berisi slogan (misalnya.. "Dengan Ilmu Kimia, Hidup Menjadi Lebih Baik") dan media vi­sual (misalnya, produk kimia terkenal).
4.      Jelaskan bahwa dengan membuat konsep umum dan garis-garis besar ikian saja sudah cukup. Namun jika sebuah tim ingin memperagakan ikiannya. itu boleh-boleh saja.
5.      Sebelum masing-masing tim mulai merencanakan ikiannya, diskusikan karakteristik dari beberapa ikian yang belakangan sedang terkenal untuk menyemarakkan kegiatan (misalnya, gunakan karakter terkenal, humor, perbandingan hingga persaingan, daya tarik seksual).
6.      Perintahkan tiap tim untuk menyajikan gagasannya pujilah kreativltas semua siswa.

VARIASI
1.      Sebagai alternatif, perintahkan tiap tim untuk membuat ikian media cetak, bukannya ikian TV. Atau, jika mungkin, perintahkan mereka untuk benar-benar membuat iklan dengan menggunakan kamera video.
2.      Perintahkan tim untuk mengiklankan kemampuan mereka atau sekolah mereka, bukannya mata pelajaran.


6. Teman yang Kita Miliki

URAIAN SENGKAT
Kegiatan ini memperkenalkan gerak fisik dari awal pelajaran dan membantu siswa lebih mengenal satu sama lain. Kegiatan ini berlangsungcepat dan sangat menyenangkan.

PROSEDUR
1.      Buatlah daftar kategori yang menurut anda cocok dalam kegiatan pengenalan bag siswa yang anda ajar. Kategori umumnya meliputi:
·        Bulan kelahiran
·        Orang yang menyukai/tidak menyukai.....(kenali preferensi semisal, puisi, drama. ilmu pengetahuan, atau kornputer)
·        Favorit (kenali segala benda atau barang, misalnya buku. lagu, atau restoran cepat saji).
·        Tangan mana yang digunakan untuk menulis.
·        Wama sepatu.
·        Kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap pernyataan atau opini pada persoalan aktual (misalnya.. "Asuransi perawatan kesehatan harus bersifat menyeluruh.")
Kita juga dapat menggunakan kategori-kategori yang terkait langsung dengan mata pelajaran yang kita ajarkan, misalnya:
·        Penulis favorit
·        Orang yang setuju/tidak setuju.... (kenali sebuah persoalan yang terkait dengan topik pelajaran anda).
·        Orang yang tahu/tidak tahu siapa atau apa (kenali orang atau konsep yang terkait dengan topik pelajaran anda)
2.      Kosongkan sebagian ruang kelas agar siswa bisa bergerak lebihi bebas.
3.      Sebutkan satu kategori. Arahkan siswa untuk menempatkan secepat mungkin orang-orang yang terkait dengan kategori yang diberikan. Sebagai contoh, siswa yang kidal dan yang tidak kidal akan dipisah menjadi dua kelompok, atau, mereka yang setuju dengan sebuah pernyataan akan dipisahkan dari mereka yang tidak setuju. Jika kategorinya berisi lebih dari dua pilihan (misalnya, bulan dari hari ulang tahun siswa), perintahkan siswa untuk berkumpul dengan mereka yang bulan kelahirannya sama, yang dengan demikian akan membentuk beberapa kelompok.
4.      Ketika siswa telah membentuk regu yang pas, perintahkan mereka untuk berjabat tangan dengan "teman yang mereka memiki". Perintahkan semua untuk mengamati kira-kira berapa banyak orang dalam masing-masing kelompok.
5.      Beranjaklah segera ke kategori berikutnya. Upayakan agar siswa terus bergerak dari satu kelompok ke kelom­pok lain ketika anda mengumumkan kategori-kategori baru.
6.      Perintahkan seluruh siswa untuk kembali ke tempat masing-masing. Diskusikan keragaman siswa yang terungkap dari aktivitas itu.

VARIASI
1.      Perintahkan siswa untuk menempatkan seorang siswa yang berbeda dari mereka. jangan yang sama. Sebagai misal, anda dapat meminta siswa menemukan teman yang memiliki mata/kulit/rambut yang warnanya ber­beda dengan mereka. (Bilamana terdapat jumlah yang tidak sama dalam kategori yang berbeda, ijinkan lebih dari satu orang dari satu kelompok untuk membentuk regu dengan seorang siswa dari kelompok lain.)
2.      Perintahkan siswa untuk mengajukan kategorinya.


7. Benar-benar Kian Mengenal

URAIAN SINGKAT
Sebagian besar kegiatan perkenalan merupakan peluang emas untuk berjumpa dengan sesama siswa. Sebagai alternatifnya adalah menyusun sebuah kegiatan di mana pasangan siswa bisa benar-benar mengenal.

PROSEDUR
1.      Pasangkan siswa dengan cara yang anda kehendaki. Kriteria untuk memasangkan siswa bisa mencakup:
·        Dua siswa yang belum pernah bertemu sebelumnya
·        Dua siswa yang tidak pemah bekerja bersama
·        Dua siswa yang berasal dari jurusan atau latar belakang yang berbeda
·        Dua siswa yang memiliki tingkat pengetahuan atau pengalaman yang berbeda.
2.      Perintahkan pasangan-pasangan yang sudah terbentuk untuk saling berkenalan dan mengakrabkan diri selama 30 hingga 60 menit. Sarankan agar mereka berjalan-jalan bersama, minum kopi atau soda bersama, atau jika mungkin, untuk saling mengunjungi.
3.      Berikan beberapa pertanyaan yang bisa digunakan oleh siswa untuk saling mewawancarai.
4.      Bila seluruh siswa sudah kembali berkumpul, berikan pasangan-pasangan itu tugas untuk kerjakan bersama yang memungkinkan mereka untuk mulal mempelajari materi pelajaran. (Lihat "Sepuluh Tugas untuk memberikan Mitra Belajar" him 25).
5.      Pertimbangkan kecocokan pasangan untuk kemudian dibentuk menjadi kemitraan belajar jangka-panjang.

VARIASI
1.      Sebagai alternatif. bentuklah trio, atau kuartet, sebagai ganti pasangan.
2.      Perintahkan siswa untuk memperkenalkan pasangan masing-masing kepada seluruh siswa di kelas.


8. “Benteng Pertahanan”

URAIAN SINGKAT
Seringkali, kegiatan belajar aktif akan menjadi lebih bergairah dengan menciptakan tim-tim belajar jangka panjang yang bisa belajar bersama, mengerjakan proyek, dan terlibat dalam kegiatan belajar bersama lainnya. Bila ini termasuk dalam rencana anda, ada baiknya melakukan semacam kegiatan pembentukan tim awal untuk memastikan awal yang baik. Memang banyak kegiatan pembentukan tim yang bisa menjadi bahan pertimbangan, namun yang berikut ini merupakan kegiatan favorit.

PROSEDUR
1.      Sediakan setumpuk kartu indeks kepada tiap tim (akan lebih baik jika memiliki ukuran berbeda dalam masing-masing tumpukan).
2.      Tantanglah masing-masing tim untuk menjadi kelompok yang seefektif mungkin dengan membentuk model tiga dimensi "Benteng Pertahanan" hanya dari kartu indeks. Melipat dan merobek kartu diperbolehkan, namun tidak boleh ada tambahan pasokan lain untuk melengkapi bangunan itu. Doronglah tim untuk merencanakan penarikan mundur mereka sebelum mulai rnembangunnya. Sediakan spidol agar tim bisa menggambari kartu dan menghiasi bentengnya bila mereka pandang cocok.
3.      Berikan waktu minimal 15 menit untuk menyelesalkannya. Jangan mendesak atau membuat siswa terburu-buru. Penting bagi tim untuk merasakan pengalaman keberhasilan.
4.      Bila bangunan itu sudah jadi. perintahkan siswa untuk melakukan tur penarikan mundur melalui benteng. Kunjungi tiap benteng dan perintahkan agar anggota tim menunjukkan karya mereka dan menjelaskan seluk-beluk bangunan yang mereka buat. Berikan tepuk tangan atas apa yang dicapal oleh tiap tim. Jangan membuat kondisi yang menyebabkan siswa saling Bersaing menbandingkan karya masing-masing.


VARIASI
1.      Sebagai alternatif, perintahkan tim untuk membangun mouumen tim. Desaklah mereka untuk membuat monumen yang kokoh, tinggi. dan menyenangkan secara estetika.
2.      Suruh tim untuk berkumpul kembali dan mintalah mereka untuk memikirkan kembali pengalaman tersebut dengan menjawab pertanyaan mi: Tindakan-tindakan apa sajakah yang agak membantu dan kurang membantn yang kita lakukan sebagai tim dan sebagai individu ketika bekerjasama?


9. Mengakrabkan Kembali

URAIAN SINGKAT
Pada mata pelajaran yang bekelanjutan ada baiknya meluangkan waktu untuk menghubungkan atau mengingatkan kembali siswa setelah lewat beberapa waktu dari pelajaran yang pernah diajarkan. Aktivitas ini mempertimbangkan sejumlah cara untuk melakukannya.

PROSEDUR
1.      Sambut kembali kedatangan siswa ke dalam kelas. Jelaskan apa yang menurut anda berharga untuk meluangkan beberapa menit guna mengakrabkan kembali sebelum memulai pelajaran hari ini.
2.      Ajukan satu atau beberapa pertanyaan berikut ini kepada siswa:
·        Apa yang kalian ingat tentang pelajaran kita yang lalu? Apa yang menarik menurut kalian?
·        Pernahkah kalian membaca/memikirkan/mengerjakan sesuatu yang distimulasi oleh pelajaran kita yang lalu?
·        Pengalaman menarik apakah yang kalian dapatkan selama mengikuti mata pelajaran ini?
·        Apa yang ada di pikiran kalian sekarang (misalnya, kecemasan) yang dapat mengganggu kemampuan kalian dalam memberikan perhatian penuh terhadap pelajaran hari ini?
·        Bagaimana perasaan kalian harl in? (bisa juga disisipi canda semisal "Saya merasa seperti buah pisang yang kelewat matang.")
·        (Buatlah pertanyaan anda sendlri.) 
3.      Mintakan jawabannya dengan menggunakan salah satu format, misalnya sub kelompok atau memanggil pembicara berikutnya. (Lihat "Sepuluh Metoda Untuk Mendapatkan Partisipasi Kapan Saja" pada halaman 22.)
4.      Beralihlah ke topik pelajaran hari ini secara perlahan.

VARIASI
1.      Lakukan wawancara tentang pelajaran yang laju.
2.      Ajukan dua pertanyaan. konsep. atau beberapa informasi yang tercakup dalam pelajaran yang lalu. Perintahkan siswa untuk memilih mana yang paling mereka suka untuk ditinjau kembali dalam kelas.
10. Hembusan Angin Kencang

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan kegiatan pembuka yang cepat dan memberi siswa keleluasaan untuk bergerak dan tertawa. Kegiatan ini merupakan sarana pembentuk tim yang baik dan memungkinkan siswa untuk lebih mengenal satu sama lain.

PROSEDUR
1.      Aturlah kursi secara melingkar. Perintahkan siswa untuk duduk pada salah satu kursi. Harus ada cukup kursi bagi semua siswa.
2.      Katakan bahwa jika mereka setuju dengan pernyataan anda berikutnya. mereka harus berdiri dan berpindah ke kursi lain.
3.      Berdirilah di tengah lingkaran dan katakan: "Nama saya adalah _____ dan ANGIN KENCANG BERHEMBUS bagi semua orang yang . . ." Pilihlah ending yang lebih pas untuk semua siswa dalam kelas, semisal "menyukai es krim coklat."
4.      Sampai di sini, setiap siswa yang menyukai eskrim coklat berdiri dan berpindah ke kursi yang kosong. Ketika siswa berpindah, pastikan bahwa anda menempati salah satu kursi kosong. Jika sudah, selanjutnya satu orang siswa tidak akan mendapatkan kursi untuk duduk dan akan menggantikan anda sebagai orang yang berdiri di tengah-tengah.
5.      Perintahkan agar siswa yang baru berdiri di tengah-tengah itu menyelesaikan kalimat tidak utuh yang sejenis. misalnya: "Nama saya adalah ____ dan ANGIN KENCANG BERHEMBUS untuk semua orang yang ..." dengan menambahkan ending yang baru. Ending ini bisa bernada canda (misalnya., "yang tidur dengan keremangan malam") atau serius (misalnya. "yang khawatir dengan deflsit anggaran pemerintah pusat"),
6.      Mainkan permainan ini dengan mempertimbangkan kesesuaian situasi.

VARIASI
1.      Sediakan daftar panjang ending yang bisa digunakan oleh siswa. Sertakan materi yang relevan dengan mata pelajaran (misalnya., "yang lebih menyukai Macintosh ketimbang IBM") atau ketimbang pengalaman kerja atau pengalaman hidup siswa ("yang merasa bahwa mengikuti ujian merupakan sesuatu yang membikin stres").
2.      Perintahkan agar yang berada di tengah adalah pasangan siswa. bukannya satu orang siswa. Perintahkan mereka untuk secara bersama memilih ending yang tepat untuk kalimat yang dilontarkan.

11. Penyusun Aturan lasar Kelas

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan metoda jajak pendapat yang memungkinkan siswa untuk menetapkan aturan bagi perilaku mereka sendiri. Bila siswa merupakan bagian dari proses pernbentukan tim ini, mereka lebih cenderung mendukung norma atau aturan yang mereka tetapkan.

PROSEDUR
1.      Tunjuk beberapa siswa untuk bertugas sebagai pewawancara (sesuai dengan jumlah siswa di kelas).
2.      Dalam waktu 10 hingga 15 menit. perintahkan pewawancara itu untuk berkeliling dalam kelas, melakukan kontak dengan sebanyak mungkin sampel siswa dalam waktu yang tersedia. Perintahkan mereka untuk mengajukan pertanyaan berikut ini kepada anggota kelas: "Perilaku apakah yang menurut kamu membantu atau tidak membantu yang kamu jumpai di kelas ini?" (Sediakan sejumlah contoh jawaban untuk mengarahkan jawaban yang dikehendaki.).
3.      Pada akhir dari waktu yang disediakan, perintahkan pewawancara untuk melaporkan temuan mereka kembali kepada kelas. (Jika dikehendaki, cantumkan temuan-temuan itu pada papan tulis.)
4.      Untuk mendapatkan gambaran tentang aturan dasar perilaku yang dikehendaki oleh kelompok, biasanya cukup dengan hanya mendengar ungkapan-ungkapan yang terkumpul dari siswa. Namun demikian, bukan tidak mungkin untuk menganalisa temuan-temuan itu, mencari tahu ada tidaknya ketumpang-tindihan dan kemudian menggabungkan daftar-daftar itu.

VARIASI
1.      Sediakan daftar yang berisi beberapa kemungkinan aturan dasar. Perintahkan siswa untuk memilih tiga aturan yang ada dalam daftar. Butir-butir berikut ini boleh jadi cocok untuk daftar anda:
·        Menghormati kerahasiaan
·        Semua siswa berpartisipasi ketika bekerja dalam kelompok atau tim kecil.
·        Mematuhi waktu dimulainya pelajaran.
·        Memaharni perbedaan orang lain dari diri kita.
·        Memberi kesempatan siswa lain menyelesaikan apa yang mereka bicarakan tanpa menginterupsinya.
·        Tidak merendahkan atau mencemooh.
·        Bicaralah untuk diri sendiri, bukannya mengung-kapkan pendapat orang lain.
·        Berbicara singkat dan langsung ke pokok persoalan.
·        Gunakan bahasa yang peka terhadap gender.
·        Bersiap mengikuti pelajaran.
·        Jangan duduk di kursi yang sama selama berlangsungnya pelajaran.
·        Menghargai perbedaan pendapat.
·        Memberi semua siswa kesempatan untuk bicara.
·        Saling memahami pendapat sebelum melancarkan kritik.
2.      Perintahkan kepada seluruh siswa untuk merumuskan aturan dasar partisipasi mereka. Kemudian gunakan prosedur yang disebut mutivoting untuk sampal pada daftar akhlr. Mulitvoting merupakan metoda untuk mengurangi daftar butir hingga setengahnya. Setiap siswa mengusulkan sebanyak mungkin butir sesuai yang ia inginkan; setengah dari butir-butir yang paling banyak dipilih akan tetap berada dalam daftar. (Prosedur ini bisa diulang sesering yang dikehendaki; setiap pilihan akan mengurangi daftar hingga setengahnya.).

Strategi Penilaian Sederhana
Strategi-strategi yang berikut ini dapat digunakan dalam kaitannya dengan upaya pembentukan tim. Semuanya dirancang untuk membantu mempeiajari kelas anda sembari melibatkan siswa semenjak awal. Beberapa di antara strategi itu memunginkan anda untuk menilai hal-hal tertentu tentang siswa, sedangkan sebagian lain cukup berguna untuk memberi anda gambaran umum. Strategi penilaian sederhana ini terutama berguna ketika anda tidak memliki kesempatan untuk mempelajari karakteristik siswa anda sebelum saat dimulainya pelajaran. Strategi-strategi itu juga bisa digunakan untuk memperkuat informasi yang anda kumpulkan sebelum dimulainya pemberian materi pelajaran.


12. Pertanyaan Penilaian

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan cara menarik untuk menilai kelas anda secara langsung dan pada saat bersamaan, melibatkan siswa dari awal untuk mengenal satu sama lain dan bekerjasama.

PROSEDUR
1.      Susunlah tiga atau empat pertanyaan untuk mernpelajari seperti apa siswa anda. Anda dapat menyertakan pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal berikut ini:
·        Pengetahuan mereka tentang materi pelajaran
·        Sikap mereka terhadap materi pelajaran
·        Pengalaman-pengalaman siswa yang relevan dengan materi pelajaran".
·        Keterampilan yang telah mereka dapatkan.
·        Latarbelakang mereka
·        Apa yang mereka butuhkan atau harapkan dari mata pelajaran ini.
Tulislah pertanyaan-pertanyaannya agar bisa didapatkan jawaban yang konkret. Hindari pertanyaan yang terbuka. Misalnya. tanyakan: "Berapakah dari____ yang berikut ini yang kalian ketahui?" Bukannya pertanyaan "Apa yang kalian ketahui tentang___?"
2.      Bagilah siswa menjadi kelompok tiga orang (trio) atau empat orang (kuartet) (tergantung Jumlah pertanyaan yang telah anda buat, Beri setiap siswa satu dari masing-masing pertanyaan penilaian. Mintalah dia untuk mewawancarai siswa lain dalani kelompok dan dapatkan (serta catat) jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepadanya.
3.      Kumpulkan kembali siswa dalam sub-sub kelompok yang telah diberi pertanyaan yang sama. Sebagai contoh. Jika terdapat 18 siswa, buatlah menjadi kelompok-kelompok tiga orang. 6 dari mereka akan mendapatkan pertanya­an yang sama.
4.      Perintahkan tiap sub kelompok untuk menyatukan data mereka dan mengikhtisarkannya. Kemudian perintahkan tiap sub kelompok untuk melaporkan kepada seluruh siswa apa yang telah mereka pelajari satu sama lain.

VARIASI
1.      Perintahkan siswa untuk menyusun pertanyaan mereka sendiri.
2.      Dengan mengguhakan pertanyaan yang sama. pasangkan siswa dan perintahkan mereka untuk mewawan­carai satu sama lain. (Variasi ini cocok bila anda menangani kelas dengan jumlah siswa yang besar.)


13. Pertanyaan yang Dimiliki Siswa

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan cara yang tidak membuat siswa takut untuk mempelajari apa yang mereka dibutuhkan dan diharapkan. Cara ini memanfaatkan tehnik yang mengundang partisipasi melalui penulisan, bukannya pembicaraan.

PROSEDUR
1.      Berikan kartu indeks kosong kepada tiap siswa.
2.      Perintahkan tiap siswa untuk menuliskan pertanyaan yang mereka miliki tentang materi pelajaran atau sifat dari pelajaran yang mereka ikuti (nama tidak. perlu dicantumkan). Sebagai contoh, seorang siswa dapat bertanya: "Bagaimana perbedaan Aljabar II dengan Aljabar I? Atau "Apakah pada akhir dari pelajaran ini siswa diwajibkan membuat karya tulis?"
3.      Bagikan kartu tersebut ke seluruh kelompok searah jarum jam. Ketika masing-masing kartu dibagikan kepada siswa berikutnya. dia harus membacanya dan memberi tanda centang pada kartu itu jika berisi per­tanyaan yang merupakan persoalan yang dihadapi siswa yang membacanya
4.      Ketika semua kartu siswa kembali kepada pemiliknya, tiap siswa harus meninjau semua "pertanyaan" kelompok. Sampai di sini, kenali pertanyaan yang menerima banyak suara (tanda centang). Berikan jawaban kepada masing-masing pertanyaan ini dengan (a) memberlkan jawaban yang langsung dan singkat; (b) menunda pertanyaan hingga waktu yang lebih tepat; atau (c) mengemukakan bahwa untuk saat ini anda belum mampu menjawab pertanyaan atau persoalan ini (janjikan jawaban secara pribadi, jika memungkinkan).
5.      Perintahkan siswa untuk berbagi pertanyaan mereka secara sukarela. sekalipun pertanyaan mereka itu tidak mendapatkan suara (tanda centang) paling banyak.
6.      Kumpulkan semua kartu. Kartu-kartu itu mungkin berisi pertanyaan yang dapat anda jawab pada pelajaran atau pertemuan mendatang.


VARIASI
1.      Jika kelas terlalu besar hingga waktunya tidak cukup untuk membagikan kartu ke seluruh kelompok. bagilah kelas menjadi sub-sub kelompok dan ikuti instruksi yang sama. Atau. kumpulkan saja kartu-kartu tersebut tanpa mengharuskan mereka mengedarkannya ke seluruh kelas dan merespon pada satu sampel pertanyaan.
2.      Sebagai alternatif dari pengajuan pertanyaan pada kartu indeks, perintahkan siswa untuk menuliskan harapan dan/atau keprihatinan mereka tentang mata pelajaran ini, topik yang mereka harapkan akan dibahas oleh anda. atau aturan dasar untuk pertisipasi kelas yang mesti mereka dipatuhi.


14. Penilaian Instan

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan strategi yang menyenangkan dan tidak mengancam untuk mengetahui siswa anda. Anda bisa menggunakannya untuk menilai "secara instan" latar-belakang. pengalaman, sikap, harapan dan kepedulian siswa.

PROSEDUR
1.      Buatlah sekumpulan kartu "responder" untuk tiap siswa. Kartu-kartu ini bisa berisi huruf A, B, atau C untuk per­tanyaan pilihan ganda, B atau S untuk pertanyaan benar-salah, atau penilaian angka semisal 1 sampal 5. (Jika pembuatan kartu dirasa terlalu menyita waktu, perintahkan siswa untuk membuat kartu sendiri di tempat masing-masing).
2.      Susunlah sekumpulan peryataan yang kira-kira bisa dijawab oleh siswa dengan salah satu kartu mereka. Berikut adalah contoh untuk tiap tipe kartu responder yang dijelaskan tadi
·        Saya mengambil pelajaran ini karena
a.      Diharuskan.
b.      Sangat tertarik dengan pelajaran ini
c.      Sepertinya mudah.
·        Saya khawatir kalau-kalau akan kesulitan mengikuti pelajaran ini. Benar atau salah?
·        Saya yakin bahwa pelajaran ini akan bermanfat bagi saya di masa depan.
1________2________3________4________5
       Sangat tidak                                                      Sangat
       Setuju                                                            Setuju
Anda dapat membuat pernyataan-pernyataan serupa tentang pengetahuan, sikap, dan pengalaman siswa.
3.      Bacalah peryataan pertama dan perintahkan siswa untuk menjawab dengan memegang kartu pilihan mereka.
4.      Nilailah dengan cepat tanggapan siswa. Perintahkan sejumlah siswa untuk mendiskusikan alasan pilihan mereka.
5.      Lanjutkan dengan pernyataan-pernyataan yang tersisa.
VARIASI
1.      Sebagai ganti penggunaan kartu. perintahkan siswa untuk berdiri ketika pilihan mereka diumumkan.
2.      Gunakan sistem tunjuk jari, namun tambahkan unsur yang menarik dengan meminta siswa untuk mengangkat kedua tangan bila mereka sangat setuju dengan sebuah jawaban.


15. Sampel Perwakilan

URAIAN SINGKAT
Adakalanya jumlah siswa dalam kelas sedemikian banyaknya dan mustahil untuk segera memahami siapa saja mereka ini. Prosedur ini memungkinkan anda untuk menarik sampel perwakilan siswa dari seluruh kelas dan mengetahuinya dengan mewawancarai mereka di depan kelas

PROSEDUR
1.      Jelaskan bahwa anda ingin mengenal semua siswa di kelas, namun tugas ini akan memakan banyak waktu.
2.      Ingat bahwa cara yang lebih cepat untuk melakukannya adalah dengan membentuk sampel kecil siswa yang mewakili sejumlah keragaman di kelas.
3.      Jelaskan beberapa hal yang membedakan siswa. Perin­tahkan agar anggota pertama dari "sampel perwakilan kelas" untuk menjadi relawan siswa (siswa yang ditunjuk untuk diberi tugas). Bila siswa itu mengangkat tangan, ajukan beberapa pertanyaan untuk mengetahui siswa Itu dan memahami harapan, ketrampllan, peng­alaman, latarbelakang, pendapatnya.
4.      Setelah mendengar jawaban dari relawan pertama, perintahkan relawan kedua yang berbeda dalam beberapa hal dari relawan pertama.
5.      Teruskan meminta beberapa siswa untuk menjadi relawan (anda yang memutuskan jumlahnya) yang berbeda dari mereka yang telah diwawancarai sebelumnya.

VARIASI
1.      Tatalah meja dan kursi agar cocok untuk diskusi panel. Perintahkan tiap anggota sampel perwakilan untuk bergabung dalam panel setelah dia diwawancarai. Bila panel telah lengkap, ajukan pertanyaan panel secara keseluruhan tentang harapan, ketrampilan, pengalaman kerja. latarbelakang. pendapat mereka dan/atau perintahkan siswa yang lain untuk juga mengajukan per­tanyaan.
2.      Perintahkan siswa lain untuk menemui anda di luar kelas dan di pertemuan berikutnya agar anda bisa lebih mengenalnya. Jika memungkinkan, lakukan penggiliran pertemuan agar anda bisa bertemu dengan semua siswa.


16. Persoalan Pelajaran

URAIAN SINGKAT
Siswa biasanya memiliki persoalan terhadap pelajaran yang mereka ikuti untuk pertamakalinya, khususnya jika pelajaran ini menggunakan cara belajar aktif. Aktivitas ini memungkinkan diungkapkan dan didiskusikannya persoalan-persoalan tersebut secara bebas tapi sopan.

PROSEDUR
1.      Jelaskan kepada siswa bahwa mereka mungkin memiliki persoalan dengan materi pelajaran. Persoalan itu boleh jadi mencakup hal-hal berikut ini:
·        Seberapa sulit atau seberapa lamakah tugas-tugasnya nanti
·        Bagaimana cara berpartisipasi secara bebas dan nyaman
·        Bagaimana siswa akan berperan dalam kelompok kecil.
·        Seberapa siapkah gurunya.
·        Akses terhadap materi bacaan.
·        Jadwal mata pelajaran.
2.      Buatlah daftar wilayah persoalan ini di papan tulis. Dapatkan persoalan lain dari siswa.
3.      Susunlah prosedur pemungutan suara yang memungkinkan siswa untuk memilih tiga atau empat persoalan umum yan palig umum dihadapi
4.      Bentuklah kelas menjadi tiga atau empat sub kelompok. Perintahkan tiap kelompok untuk menjabarkan salah satu persoalan yang dihadapi. Perintahkan mereka untuk sejelas mungkin dalam memaparkannya.
5.      Perintahkan sengap kelompok untuk mengikhtisarkan diskusinya untuk seluruh kelas. Mintalah reaksi atau tanggapan mereka.

VARIASI
1.      Perintahkan kelompok untuk memikirkan beberapa solusi yang menurut mereka bisa dilakukan oleh siswa ataupun guru untuk mengatasi persoalan mereka.
2.      Sebagai alternatif dari diakhrinya kegiatan dengan laporan kelompok, buatlah diskus panel atau terbuka (baca "Sepuluh Metoda untuk Mendapatkan Partislpasi Kapanpun," pada halaman 22.)

Strategi Pelibatan Belajar Langsung
Cara lain untuk menjadikan siswa aktif dari awal adalah dengan menggunakan strategi-strategi berikut. Strategi itu dirancang untuk mengenalkan siswa terhadap mata pelajaran guna membangun minat, menimbulkan rasa ingin tahu, dan merangsang mereka untuk berfikir. Siswa tidak bisa berbuat apa-apa jika pikiran mereka - atau jika "komputer" mereka - tidak di"on"kan! Banyak guru yang membuat kesalahan dengan mengajar terlalu awal - yakni sebelum siswa merasa terlibat dan siap secara mental. Penggunaan beberapa Strategi berikut ini akan mengoreksi kecenderungan ini.

17. Berbagi Pengetahuan Secara Aktif

URAIAN SINGKAT
Ini  merupakan cara bagus untuk mengenalkan siswa kepada materi pelajaran yang anda ajarkan. Anda juga dapat menggunakannya untuk menilaiungkat pengetahuan siswa sembari melakukan kegiatan pembentukan tim. Cara ini cocok pada segala ukuran kelas dan dengan niateri pelajaran apapun.

PROSEDUR
1.      Sediakan daftar pertanyaan yang terkait dengan materi pelajaran yang akan anda ajarkan. Anda dapat menyertakan beberapa atau semua dari kategori-kategori berikut ini:
·        Kata-kata untuk didefinisikan (misalnya. "Apa arti arnblvalen”?)
·        Pertanyaan pilihan ganda mengenal fakta atau konsep (misalnya. “Tes psikologi baru absah jlka ia (a) secara konsisten mengukur atribut dan (b) mengukur apa yang memang hendak ia ukur.")
·        Orang yang hendak diidentifikasi (misalnya, "Siapakah George Washington Carver?")
·        Pertanyaan-pertanyaan tentang tindakan yang bisa • diambil oleh seseorang dalam situasi tertentu (misalnya, "Bagaimana anda mendaftarkan diri untuk mendapatkan hak pilih?").
·        Kailmat tidak lengkap (misalnya, "_____ mengidentifikasi kategori dasar dari tugas yang dapat kailan kerjakan menggunakan:program computer”
Sebagai contoh, seorang guru sejarah dapat mernulai pengajarannya tentang abad ke-20 dengari membagikan kuis berikut ini:
a.      Apa yang terjadi dalam tahun-tahun berikut ini: 1928, 1945, 1965, 1998.?
b.     Kenali nama-nama berikut ini:
Mussolini
Chamberlain
Trotsky
Mao
McCarthy (Joseph dan Eugene)
c.      Menurut pendapat kalian, peristiwa terpenting apakah yang terjadi dalam abad ke-20?
2.      Perintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu sebaik yang mereka bisa.
3.      Kemudian perintahkan mereka untuk menyebar di dalam ruangan, mencari siswa yang dapat menjawab pertanyaan yang mereka sendiri tidak tahu cara menjawabnya. Doronglah siswa untuk saling membantu.
4.      Perintahkan mereka untuk kembali ke tempat semula dan bahaslah jawaban yang mereka dapatkan. Isilah jawaban yang tak satupun siswa bisa menjawabnya. Gunakan informasi ini sebagai cara untuk memperkenalkan topik-topik penting dalam mata pelajaran anda.

VARlASI 
1.      Berikan satu lembar kartu indeks kepada tiap siswa. Perintahkan mereka untuk menuliskan satu informasi yang menurut mereka akurat tentang materi yang diajarkan. Suruhlah mereka untuk berpencar di dalam kelas, berbagi pendapat tentang apa yang mereka tuliskan pada kartu tersebut. Doronglah mereka untuk menuilskan informasi baru yang dikumpulkan oleh siswa lain. Bila mereka, sudah kembali ke kelompok masing-masing, bahaslah informasi yang berhasil dikumpulkan.
2.      Gunakan pertanyaan opini, bukannya pertanyaan faktual. atau gabungkan pertanyaan faktual dengan pertanyaan opini.

18. Merotasi Pertukaran Pendapat Kelompok Tiga Orang

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan cara terperinci bagi siswa untuk mendiskusikan permasalahan dengan sebagian (dan biasanya memang tidak semua) teman sekelas mereka. Pertukar­an pendapat ini bisa dengan mudah diarahkan kepada materi yang akan diajarkan di kelas.

PROSEDUR
1.      Susunlah beragam pertanyaan yang dapat membantu siswa memulai diskusi tentang isi materi pelajaran. Gunakan pertanyaan yang tidak memiliki jawaban benar-salah.
Sebagai contoh, seorang guru Bahasa Inggris boleh jadi akan bertanya:
·        Apa. yang kalan sukai tentang drama Shakespeare? Kalau, kalian tidak menyukainya, kenapa?
·        Mengapa. Shakespeare dianggap sebagai salah. satu. dramawan terbesar sepanjang waktu?
·        Pilih salah satu dan drarnawan atau sineas abad ke-19 atau ke-20. Bagaimana kalian membandingkannya dengan Shakespeare?
2.      Bagilah siswa menjadi kelompok tiga orang (trio). Aturlah kelompok trio tersebut di dalam ruang kelas agar masing-masing bisa melihat dengan jelas trio yang di sisi kanan dan di sisi kirinya, Formasi kelompok-kelompok trio itu secara keseluruhan bisa berbentuk bundar atau persegi.
3.      Berikan tiap trio sebuah pertanyaan pembuka (pertanyaan yang sama untuk masing-masing trio) untuk dibahas. Pilihlah pertanyaan yang paling ringan yang telah anda susun untuk memulai pertukaran pendapat kelornpok-kelompok trio itu, Anjurkan agar tiap siswa di dalam kelompok mendapat giliran menjawab pertanyaan.
4.      Setelah diskusi berjalan dalam waktu yang cukup, perintahkan masing masing kelompok untuk memberikan angka 0,1. atau 2 kepada tiap-tiap anggotanya. Arahkan siswa yang benomor 1 untuk berpindah ke kelompok trio satu searah jarum jam. Perintahkan siswa yang bernomor 2 untuk berpindah ke kelompok trio dua searah jarum jam. Perintahkan siswa yang bemomor 0 (nol) untuk tetap di ternpat duduknya karena ia adalah anggota tetap dan kelompok trio mereka. Suruh mereka mengangkat tangan tinggi-tinggi  sehingga siswa yang telah berpindah bisa menemukan mereka. Hasilnya adalah komposisi kelompok trio yang sepenuhnya baru.
5.      Mulailah pertukaran pendapat baru dengan pertanyaan baru. Naikkan tingkat kesulitan atau "tingkat ancaman" dari pertanyaan manakala anda memulai babak baru.
6.      Anda bisa merotasi trio-trio itu sebanyak pertanyaan yang anda miliki dan waktu diskusi yang tersedia. Gunakan selalu prosedur rotasi yang sama. Sebagai contoh, pada pertukaran trio sebanyak tiga rotasi, tiap siswa akan bertemu dengan enam siswa yang lain.

VARIASI
1.      Setelah masing-masing babak pertanyaan. Segeralah meminta jawaban dari seluruh kelompok sebelum merotasi siswa ke kelompok trio baru.
2.      Gunakan pasangan atau kuartet sebagai alternatif dari trio.


19. Kembali ke Tempat Semula

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan cara yang cukup dikenal untuk menyertakan gerakan fisik pada awal pelajaran. Strategi ini cukup fleksibel untuk digunakan pada beragam akuvitas yang dirancang untuk menstimulir minat awal terhadap mata pelajaran anda.

PROSEDUR
1.      Tempelkan sejumlah tanda di seluruh dinding kelas. Anda dapat menggunakan dua tanda untuk menciptakan pilihan dikotomis atau beberapa tanda untuk menyediakan lebih banyak pilihan.
2.      Tanda-tanda ini bisa menunjukkan beragam preferensi:
·        Topik atau keterampilan yang menarik bagi siswa (misalnya, pengolahan kata, penyimpanan data).
·        Pertanyaan tentang materi pelajaran (misalnya, "Bagaimana cara kerja mesin turbo?")
·        Beberapa solusi yang berbeda terhadap persoalan yang sama (misalnya, hukuman mati versus hukuman seumur hidup)
·        Nilal-nilai yang berbeda (misalnya, uang, ketenaran, keluarga)
·        Karakteristik atau gaya kepribadian yang berbeda (misalnya, auditori, visual, kinestetik)
·        Berbagai penulis atau orang-orang terkenal di bidangnya (misalnya, Thomas Jefferson, Franklin Delano Roosevelt, John F. Kennedy)
·        Kutipan peribahasa, atau pasal di dalam naskah yang berbeda (misalnya. "Hormatilah Ibu dan Ayahmu" ver­sus "Hak Bertanya")
3.      Perintahkan siswa untuk melihat tanda-tanda tersebut dan memilih salah satunya. Sebagai contoh, beberapa siswa mungkin lebih tertarik pada pengolahan kata ketimbang penataan data Suruh mereka menunjukkan preferensi (kelebihsukaan) dengan beranjak menuju tempat di ruang kelas di mana tanda pilihan mereka ditempelkan.
4.      Perintahkan sub-sub kelompok yang telah terbentuk untuk mendiskusikan alasan mereka menempatkan diri pada tanda yang mereka pilih. Mintalah perwakilan dari tiap kelompok untuk mengikhtisarkan alasan mereka.

VARIASI
1.      Pasangkan siswa yang preferensinya berbeda dan perintahkan mereka untuk memperbandingkan pandangan mereka. Atau buatlah panel diskusi dengan perwakilan dari tiap kelompok preferensi.
2.      Perintahkan tiap kelompok preferensi untuk membuat presentasi, membuat ikian atau menyiapkan sebuah lakon atau drama singkat yang memperagakan preferen­si mereka.


20. Menyemarakkan Suasana Belajar

URAIAN SINGKAT
Sebuah kelas bisa dengan cepat mewujudkan iklirn belajar informal yang santai dengan meminta siswa menggunakan humor kreatif tentang materi pelajaran yang tengah diajarkan. Strategi ini tidak hanya akan membuat siswa berhumor ria, namunjuga berfilkir.

PROSEDUR
1.      Jelaskan kepada siswa bahwa anda ingin melakukan latihan pembuka yang menyenangkan dengan mereka sebelum beranjak ke hal-hal serius dalam materi yang diajarkan.
2.      Bagilah siswa menjadi sub-sub kelompok. Beri mereka tugas yang secara gamblang meminta mereka membuat sesuatu yang lucu pada topik, konsep atau persoalan penting dalam materi yang anda ajarkan.
3.      Contohnya antara lain:
·        Pemerintah: Buatlah uraiah tentang pemerintahan yang paling kejam sekaligus paling bobrok yang bisa kita bayangkan.
·        Matematika: Susunlah sebuah daftar berisi cara-cara penghitungan matematis yang paling tidak efisien
·        Kesehatan: Buatlah menu makanan yang sama sekali tidak bergizi.
·        Tehnik: Buatlah disain jembatan yang gampang ambruk.
4.      Perintahkan sub-sub, kelompok untuk menyajikan "kreasi" mereka. Beri tepuk tangan.
5.      Tanyakan: "Apa yang kalian pelajari tentang materi pelajaran kita dari latihan ini?"

VARIASI                           
1.      Pengajar dapat membuat lelucon tentang materi pela­jaran dengan kreasinya sendiri.
2.      Buatlah pretest pilihan ganda tentang materi yang akan anda ajarkan. Tambahkan humor pada butir pilihan gandanya. Untuk tiap pertanyaan, perintahkan siswa untuk memilih jawaban yang menurut mereka merupakan jawaban yang tidak mungkin benar.


21. Bertukar Pendapat

URAIAN SINGKAT
Kegiatan ini bisa digunakan untuk menstimulasi keterlibatan siswa dalam pelajaran yang akan anda sampaikan. Kegiatan ini juga mengingatkan siswa untuk mendengarkan secara cermat dan membuka diri terhadap bermacam pendapat.

PROSEDUR
1.      Berikan label nama kepada tiap siswa. Perintahkan siswa untuk menuliskan nama mereka pada label dan mengenakannya.
2.      Perintahkan siswa untuk berpasangan dan memperkenalkan diri kepada siswa lain. Kemudian perintahkan pasangan-pasangan tersebut untuk berbagi pendapat tentang jawaban atas pertanyaan atau pernyataan provokatif yang memancing opini mereka tentang persoalan seputar materi yang anda ajarkan.
·          Contoh pertanyaannya adalah: "Apa batasan bagi imigrasi asing?"
·          Contoh pernyataannya adalah: "Injil merupakan kitab suci."
3.      Ucapkan, "kerjakan sekarang", dan arahkan siswa untuk bertukar label nama atau tanda pengenal mereka dengan pasangannya dan kemudian menemui siswa lain. Perintahkan  siswa, bukannya untuk memperkenalkan diri. melainkan berbagi pendapat dari siswa yang merupakan pasangan sebelumnya (yakni siswa yang label/tanda pengenalnya ia kenakan sekarang.)
4.      Selanjutnya, perintahkan siswa untuk berganti label nama lagi dan mencari siswa lain untuk diajak bicara," dan berbagi pendapat dari siswa yang tanda penge­nalnya la kenakan sekarang.
5.      Lanjutkan proses itu hingga sebagian besar siswa telah saling bertemu. Kemudian katakan kepada tiap siswa untuk mendapatkan kembali label namanya sendiri.

VARIASI
1.      Gunakan proses pertukaran label nama ini sebagai pengantar pergaulan dengan menginstruksikan siswa untuk bertukar informasi latarbelakang mereka sendiri, sebagai ganti pertukaran pendapat tentang pertanyaan atau pernyataan provokatif.
2.      Hilangkan pertukaran label nama. Sebagai gantinya, perintahkan siswa untuk terus menemukan siswa lain, dan mendengarkan selalu pertanyaan atau pernyataan yang anda berikan.


22. Benar atau Salah?

URAIAN SINGKAT
Aktivitas kerjasama ini juga segera menstlrnulasi keterlibatan tcrhadap pengajaran yang anda lakukan. Kegiatan ini meningkatkan pembentukan tim. pertukaran pendapat, dan pembelajaran langsung.

PROSEDUR
1.      Susunlah sebuah daftar pernyataan yang terkait dengan materi pelajaran anda, yang setengahnya benar dan setengahnya salah. Sebagai contoh, pernyataan "Mariyuana bisa menimbulkan kecanduan" adalah benar. dan pernyataan, "Alkohol merupakan obat perangsang" adalah salah; Tuils tiap pernyataan pada kartu indeks yang terpisah. Pastikan jumlah kartunya sesuai dengan jumlah siswa yang hadir. (Jika siswa yang hadir jumlahnya ganjil, pilihliah satu kartu untuk anda sendiri.)
2.      Bagikan satu kartu untuk satu siswa. Katakan kepada siswa bahwa misi mereka adalah menentukan kartu mana yang benar (berisi pernyataan benar) dan mana yang salah. Jelaskan bahwa mereka bebas memilih cara apapun yang mereka inginkan dalam menyelesaikan tugas ini.
3.      Bila para siswa sudah selesai, perintahkan agar setiap kartu dibaca dan mintakan pendapat siswa tentang benar atau salahkah pernyataan tersebut. Beri kesempatan munculnya pendapat minoritas.
4.      Berikan umpan balik tentang masing-masing kartu, dan catat cara-cara siswa dalam bekerjasama menyelesaikan tugas ini.
5.      Tunjukkan bahwa dalam pelajaran ini diperlukan keterampilan tim yang positif karena hal ini menunjukkan kegiatan belajar yang sifatnya aktif.

VARIASI
1.      Sebelum dimulainya kegiatan, rekrutlah beberapa siswa sebagai pengamat. Mintalah agar mereka memberikan umpan balik tentang kualitas kerja tim yang berlangsung.
2.      Sebagai ganti pernyataan faktual, buatlah daftar opini dan tempatkan tiap opini pada sebuah kartu indeks. Bagikan kartu tersebut dan mintalah siswa agar berupaya mencapai mufakat tentang reaksi mereka terhadap tiap opini. Mintalah mereka supaya menghargai pendapat minoritas.


23. Bertanggung jawab terhadap Matapelajaran

URAIAN SINGKAT
Rancangan ini memberi peluang bagi siswa untuk memikirkan dan mengakui tanggungjawab Individual mereka dalam kegiatan belajar aktif di kelas

PROSEDUR 
1.      Buatlah salinan dari kontrak berikut ini:
Saya memahami bahwa dalam pelajaran ini saya akan mempelajari tentang - (diisi dengan matapelajaran). Tujuan dari mata pelajaran ini adalah - (diisi dengan tujuan anda). Saya berpegang pada tujuan ini dan akan berupaya keras mengerjakan hal-hal berikut ini:
·          Menggunakan waktu saya di kelas untuk mendukung tujuan ini melalui partisipasi dalam kegiatan.
·          Bertanggungjawab atas kegiatan belajar saya sendiri dan tidak akan menunggu siapapun untuk memovasi saya.
·          Membantu siswa lain memaksimalkan belajar mereka dengan mendengarkan apa yang harus mereka katakan dan menawarkan tanggapan positif.
·          Memikirkan, meninjau, dan menerapkan apa yang telah saya pelajari di luar kelas.
Tanda tangan                                            Tanggal 
2.      Berjanilah bersama-sama siswa untuk melakukan apapun semampu kita guna menjadikan mata pelajaran ini sebagai pengalaman belajar yang efektif.
3.      Bagikan salinan kontrak atau perjanjian itu dan mintalah mereka supaya membacanya. Jelaskan bahwa anda tidak bisa menjamin pencapaian tujuan mata pelajaran tanpa upaya dan komitmen mereka untuk belajar aktif. Perintahkan mereka untuk mempertimbangkan ke-seriusan bekerjasama dengan mau,menandatangani kontrak tertulis itu.
4.      Sediakan waktu untuk berdiskusi dan berfikir. Jelaskan bahwa siswa harus mematuhi kontrak yang mereka tandatangani. Pasrahkan kepada siswa apakah mereka akan menandatanginya atau tidak.

VARIASI
1.      Sediakan pernyataan tertulis tentang tanggungjawab anda dalam pelajaran ini. Pertimbangkan beberapa dari hal-hal berikut ini:
·          Dengarkan secara aktif apa yang mesti dikatakan siswa.
·          Bersikaplah mendukung upaya siswa untuk mengambil resiko belajar.
·          Variasikan metoda mengajar anda.
·          Mulai dan akhirilah pelajaran secara tepat waktu.
·          Bagikan materi atau buku ajar yang mudah dibaca.
·          Bersikaplah terbuka terhadap pendapat siswa.
·          Sediakan instrumen visual.
2.      Perintahkan siswa untuk mengemukakan apa yang mereka harapkan tentang perilaku anda sebagai pengajar.

Bagaimana Membantu Siswa Mendapatkan Pengetahuan, Ketrampilan, dan Sikap Secara Aktif

Jika strategi-strategi yang disajikan dalam bagian sebelumnya merupakan "hidangan pembuka" untuk kegiatan belajar aktif. strategi-strategi yang akan segera diperkenalkan kepada anda merupakan "entri"-nya. Pendidikan di segala jenjang pada umumnya dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan. ketrampilan, dan sikap. Pembelajaran kognitif (pengetahuan) mencakup pemerolehan informasi dan konsep. Pembelajaran ini tidak hanya berkenaan dengan pemahaman bahan ajar, namun juga dengan analisis dan penerapannya pada situasi baru. Pembelajaran perilaku (ketrampilan) men­cakup pengembangan kompetensi pada kemampuan siswa dalam mengerjakan tugas, memecahkan masalah. dan mengungkapkan pendapat. Pembelajaran afektif (sikap) mencakup pengkajian dan penjelasan tentang perasaan dan preferensi. Siswa dilibatkan dalam menilai diri mereka sendiri dan hubungan pribadi mereka terhadap materi pelajaran. Bagaimana pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang didapatkan bisa menimbulkan segenap perbedaan pada diri mereka? Akankah ini dilakukrn secara pasif ataukah aktif?
Pembelajaran aktif atas informasi, ketrampilan, dan sikap berlangsung melalui proses penyelidikan atau proses bertanya. Siswa dikondisikan dalam sikap mencari bukan sekadar menerima (reaktif). Dengan kata lain, mereka mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada mereka atau pertanyaan-pertanyaan yang mereka ajukan sendiri. Mereka mengupayakan pemecahan atas permasalahan yang diajukan oleh guru. Mereka tertarik untuk mendapatkan informasi atau menguasai ketrampilan guna'menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka. Dan mereka dihadapkan pada persoalan yang membuat mereka tergerak untuk mengkaji apa yang mereka nilai dan yakni. Semua ini terjadi bila siswa dilibatkan dalam tugas dan kegiatan yang secara halus mendesak mereka untuk berfikir, bekerja, dan merasa. Kita dapat membuat jenis-jenis kegiatan ini dengan menggunakan banyak strategi yang akan kita jumpai dalam bahasan ini. Bahasan ini dibagi menjadi beberapa bagian:

KEGIATAN BELAJAR DALAM SATU KELAS-PENUH
Bagian ini membahas cara-cara untuk menjadikan pengajaran yang dibimbing oleh guru lebih interaktif. Anda akan menjumpai strategi-strategi untuk menyajikan informasi dan gagasan yang melibatkan siswa secara metal.

MENSTIMULASI DISKUSI
Bagian ini menggali cara-cara untuk mengidentifkkan dialog dan debat tentang persoalan-persoalan utama, dalam materi yang anda ajarkan. Anda akan menjumpai sejumlah strategi yang mendorong partisipasi aktif dan menyeluruh dari siswa

PENGAJUAN PERTANYAAN
Bagian ini membahas cara membantu siswa agar mau mengajukan pertanyaan. Anda akan menjumpai strategi-strategi yang memungkinkan siswa merumuskan pertanyaan yang diajukan yang menjelaskan apa.yang telah anda ajarkan kepada mereka.

BELAJAR BERSAMA
Bagian ini menyajikan cara-cara untuk merancang tugas belajar yang dikerjakan oleh siswa dalam kelompok kecll. Anda akan menjumpai strategi-strategi yang mendorong kerjasama dan saling ketergantungan di antara siswa.

PENGAJARAN SESAMA SISWA
Bagian ini membahas cara-cara yang memungkinkan siswa untuk mengajar satu sama lain.

BELAJAR SECARA MANDIRI
Bagian ini terkait dengan aktivitas belajar yang dilakukan oleh siswa secara individual dan pribadi. Anda akan menjumpai strategi-strategi untuk rneningkatkan tanggungjawab siswa dalam menerapkan cara belajar mereka sendiri.

PEMBELAJARAN AFEKTIF
Bagian ini membahas peritang siswa dalam memahami perasaan. nilai-nilai dan sikap mereka. Anda akan men­jumpai strategi-strategi untuk memfasilitasi pemahaman diri dan penjelasan nilai.

PENGEMBANGAN KETRAMPILAN
Bagian ini membahas tentang ketrampilan mempelajari dan mempraktikkan – baik teknis maupun non-teknis. Anda akan menjumpai strategi-strategi untuk memacu perkembangan ketrampilan awal dan penerapannya.


Kegiatan Belajar dalam Satu Kelas-Penuh
Strategi di bagian ini dirancang untuk memajukan pengajaran satu kelas penuh. Seperti yang akan anda  baca penyampaian pelajaran dengan metoda ceramah pun bisa dijadikan aktif dengan memanfaatkan berbagai macam tehnik. Anda juga akan menjumpai cara-cara untuk mengkritisi tayangan video dan penampilan pre-senter tamu. Terakhir, anda akan menjumpai cara-cara baru untuk mengajarkan konsep dan gagasan yang sulit sehingga siswa bisa memahaminya secara maksimal


24.    Pikiran yang Penuh Tanya Selalu Ingin       Mengetahui

URAIAN SINGKAT
Tehnik sederhana ini menstimulasi rasa ingin tahu siswa dengan mendorong mereka untuk memikirkan tentang sebuah topik atau pertanyaan. Siswa lebih cenderung mengingat suatu pengetahuan tentang materi pelajaran yang belum pernah dibahas sebelumnya jika mereka dilibatkan semenjak awal dalam pengalaman kegiatan belajar satu kelas penuh.

PROSEDUR
1.      Ajukan pertanyaan yang njelimet untuk menstimulasi keingintahuan tentang mata pelajaran yang hendak anda bahas. Pertanyaannya haruslah merupakan per­tanyaan yang menurut anda ada beberapa siswa yang  mengetahui jawabannya.
Berikut adalah beberapa contohnya:
·        Pertanyaan. sehari-hari ("Mengapa kita mesti membayar pajak penghasilan?")
·        Cara melakukan ("Menurut pakar, seperti apakah cara-cara terbaik untuk mengawetkan mumi?")
·        Definisi  ("Apa lubang hitam Itu?)
·        Judul ("Menurut kalian, karya dramanya Ibsen, A Doll's House, berkisah tentang apa?)
·        Cara kerja ("Apa yang menjadikan mobil bisa ber-jalan?").
·        Akibat ("Menurut kalian, bagaimana akhir dari alur cerita ini? "Bagaimana pemecahan atas masalah ini?").
2.      Doronglah siswa untuk berpikir dan membuat dugaan umum. Gunakan frase semisal, "Coba tebak" atau "Coba jawab".
3.      Jangan buru-buru memberikan tanggapan. Tampung dulu semua dugaan siswa. Ciptakan rasa penasaran tentang jawaban yang "sesungguhnya."
4.      Gunakan pertanyaan itu untuk mengarahkan siswa kepada apa yang hendak anda ajarkan. Sertakan jawaban atas pertanyaan anda dalam penyajian materi anda. Anda perlu memastikan bahwa siswa lebih menaruh perhatian dibanding biasanya.

VARIASI
1.      Pasangkan siswa dan perintahkan mereka untuk secara kolektif membuat dugaan.
2.      Sebagai ganti pertanyaan katakan kepada siswa apa yang hendak anda ajarkan dan mengapa hal Itu menarik. Cobalah untuk menghangatkan tahap pengenalan ini dengan cara seperti mengiklankan sebuah film yang akan segera ditayangkan.


25. Tim Pendengar

URAIAN SINGKAT
Aktivitas ini merupakan cara untuk membantu siswa agar tetap fokus dan jeli selama berlangsungnya pengajaran berbasis ceramah. Tim pendengar merupakan kelompok-kelompok kecil yang bertanggung jawab untuk mengklarifikasi materi pelajaran.

PROSEDUR
1.      Bagilah siswa menjadi empat tim, dan berikan tim-tim tersebut tugas berikut:
Tim             Peran               Tugas
      1                Penanya           Setelah pengajaran berbasis-ceramah, ajukan
                                               setidaknya dua pertanyaan tentang materi
                                               yang dibahas.
      2                Penyetuju          Setelah pengajaran berbasis-cera­mah,
                                                 katakan hal-hal mana yang mereka setujui (atau
                                                 dirasa membantu) dan jelaskan alasannya.
      3                Pembantah        Setelah pengajaran berbasis-ceramah, beri
                                                 komentar tentang hal mana yang tidak mereka
                                                 setujui (atau tidak banyak  membantu) dan jelaskan
                                                 alasannya.
3.                          Pemberi contoh  Setelah pengajaran berbasis-ceramah, berilah     
                               contoh dan materi atau pelajaran penerapan kusus.
2.      Sajikan pengajaran berbasis ceramah anda. Setelah selesai, berikan waktu bagi tim untuk menyelesaikan - tugasnya.
3.      Perintahkan tiap tim untuk menanyakan. menyetujui dan sebagainya. Anda mesti mendapatkan lebih banyak partisipasi siswa ketimbang yang anda bayangkan.

VARIASI
1.      Buatlah peran lain. Sebagai contoh. perintahkan sebuah tim untuk mengikhtisarkan pengajaran “berbasis-ceramah”. atau mintalah sebuah tim untuk membuat pertanyaan yang menguji pemahaman siswa tentang materi pelajaran.
2.      Ajukan pertanyaan-pertanyaannya terlebih dahulu, yang mana jawabannya akan ditemukan dalam penyajian materi pelajaran. Perintahkan siswa untuk mendengarkan dengan cermat guna mendapatkan jawabannya. Tim yang dapat menjawab sebagian besar pertanyaan akan menang.


26. Membuat Catatan dengan Bimbingan

URAIAN SINGKAT
Dalam tehnik yang populer ini, anda menyediakan formulir atau lembar yang telah dipersiapkan. Lembar ini menginstruksikan siswa untuk membuat catatan sewaktu anda mengajar. Gerak fisik yang minimal seperti ini pun akan lebih melibatkan siswa ketimbang jika kita sekadar menyediakan buku pegangan yang lengkap. Ada bermacam metoda untuk membuat catatan secara terarah. Yang paling sederhana di antaranya adalah mengisi bagian-bagian yang kosong.

PROSEDUR

1.      Siapkan sebuah catatan yang mengikhtisarkan hal-hal utama pada penyajian materi pelajaran anda.
2.      Sebagai ganti menyediakan teks secara lengkap, kosongkan bagian-bagian di dalamnya, dan untuk selanjutnya diisi oleh siswa.
3.      Beberapa cara dalam melakukannya antara lain:
·          Sediakan sejumlah istilah dan definisinya, bIarkan istilah atau definisinya kosong. ________: merupakan bentuk segilima, Oktagon: ________
·          Kosongkan satu atau beberapa poin.
Peran Majelis Perwakilan Roma
a.      Menerapkan. undang-undang dan ketetapan yang dibuat oleh konsul
b.      ________________________
c.      Menerima duta besar luar  negeri.
d.      ________________________
·          Kosongkan kata-kata kunci dalam paragraf pendek.
Di masa kini, manajer seringkali menghadapi permasalahan semisal rendahnya ________, tingginya________, dan________ kualitas pelayanan. Solusi manajemen tradisional seringkali cenderung seperti________ ________, untuk menghasilkan________ persoalan baru untuk satu persoalan yang sudah dipecahkan.
4.     Bagikan lembar kerja kepada siswa. Jelaskan bahwa anda memang sengaja mengosongkan beberapa bagian kalimat untuk membantu mereka mendengarkan secara aktif terhadap apa yang anda ajarkan.

VARIASI
1.      Siapkan lembar kerja yang memuat sub-sub topik utama dari materi yang anda ajarkan. Kosongkan sejumlah bagian kalimat untuk membantu pembuatan catatan. Hasilnya akan tampak seperti ini:
Empat Jenis Masyarakat yang Tidak Adil Menurut Socrates
Timokrasi:
Oligarki:
Demokrasi:
Tirani:
[Opsionol: Setelah pemberian pelajaran, beri siswa salinan kedua dari lembar catatan yang beberapa bagiannya dikosongkan. Tugaskan mereka untuk mengisi bagian yang kosong itu tanpa melihat catatan.]
2.      Buatlah penyajian materi pelajaran anda menjadi bebe­rapa bagian. Perintahkan siswa untuk mendengarkan dengan cermat sewaktu anda berbicara, namun jangan membuat catatan. Sebagai gantinya, perintahkan mereka untuk menulis catatan selama jeda waktu dalam penyajian materi pelajaran berbasis-ceramah.

27.  Mata Pelajaran Ala Permainan Bingo

URAIAN SINGKAT
Pelajaran bisa menjadi tidak menjemukan dan siswa akan leblh menaruh perhatian jika anda menjadikannya dalam bentuk permainan bingo. Di sini, poin utamanya didiskusikan sewaktu siswa bermain bingo.

PROSEDUR
1.      Lakukan penyajian materi pelajaran berbasis-ceramah dengan 9 poin utama.
2.      Susunlah kartu Bingo yang berisi poin-poin ini dalam 3X3 tumpukan. Tempatkan satu poin yang berbeda pada tiap kotak. Jika anda memiliki kurang dari 9 poin utama, kosongkanlah beberapa kotak.
3.      Buatlah beberapa kartu Bingo tambahan dengan poin utama yang sama. namun tempatkan poin-poin itu dalam kotak yang berbeda. Hasilnya ialah bahwa hanya sedikit sekali kartu Bingo yang serupa.
4.      Bagikan kartu Bingo kepada siswa. Juga sediakan siswa dengan satu strip kartu yang terdiri dari 9 titik wama (berdiameter sekitar setengah atau tiga perempat inci). Jelaskan kepada siswa bahwa ketika anda tengah menyajikan materi dari poin ke poin, mereka harus menempatkan satu titik pada kartu mereka untuk tiap poin yang anda bahas. (Catatan: Kotak yang kosong tidak dapat ditutup dengan satu titik.).
5.      Ketika siswa mengumpulkan tiga titik vertikal, horizon­tal, atau diagonal secara berturut-turut, mereka akan berteriak "Bingo!"                   
6.      Selesalkanlah penyajian materi pelajaran anda. Biarkan siswa mendapatkan Bingo sebanyak yang mereka bisa.

VARIASI
1.      Gunakan istilah atau nama-nama utama yang dijelas-kan dalam penyajian materi anda (sebagai ganti poin utama) sebagai dasar permainan kartu Bingo. Ketika istilah atau nama tersebut untuk pertama kallnya dijelaskan, siswa dapat menempatkan stiker pada kotak yang sesuai.
2.      Buatlah tumpukan kartu Bingo berukuran 2X2. Lanjutkan dengan membahas beberapa poin. istilah atau nama-nama utama dalam pelajaran berbasis-ceramah anda. Tunjukan hanya empat di antaranya pada salah satu kartu Bingo. Cobalah untuk membuat beberapa kartu menjadi serupa dengan menyertakan informasi yang berbeda pada tiap kartu.


28. Pengajaran Sinergis

URAIAN SINGKAT
Metoda ini merupakan perubahan langkah yang sesungguhnya. Metoda ini memungkinkan para siswa yang memiliki pengalaman berbeda dalam mempelajari materi yang sama untuk saling membandingkan catatan.

PROSEDUR
1.      Bagilah kelas menjadi dua kelompok.
2.      Kirimkan satu kelompok ke ruang lain untuk membaca topik yang anda ajarkan. Pastikan bahwa materi bacaannya tertata dengan balk dan mudah dibaca.
3.      Dalam pada itu, berikanlah pelajaran berbasis ceramah atau lisan tentang materi yang sama dengan yang sedang dibaca oleh kelompok yang ada di ruang sebelah.
4.      Selanjutnya, baliklah pengalaman belajarnya. Sediakan materi bacaan tentang topik anda untuk kelompok yang telah mendengarkan penyajian mata pelajaran dan sediakan materi pelajaran untuk kelompok pembaca.
5.      Pasangkan anggota dan tiap kelompok dan perintahkan mereka mengikhtisarkan apa yang telah mereka pelajari.

VARIASI
1.      Perintahkan setengah dari siswa untuk mendengarkan penyajian materi pelajaran dengan mata tertutup sedangkan setengah siswa yang lain melhat informasi visual semisal melalui OHP yang menyertai penyajian materi pelajaran dengan telinga tertutup. Setelah penya­jian materi pelajaran secara lisan tersebut usai, perintah­kan tiap kelompok untuk membandingkan catatan tentang apa yang mereka lihat dan dengar.
2.      Berikan contoh konkret tentang konsep atau teori yang hendak anda ajarkan kepada setengah dari jumlah siswa. Jangan katakan kepada mereka tentang konsep atau teori yang mereka gambarkan. Sajikan kepada setengah kelas konsep atau teori itu tanpa disertai contoh. Pasangkan siswa dari kedua kelompok dan perintahkan mereka untuk membahas pelajaran secara bersama.


29. Pengajaran Terarah

URAIAN SINGKAT
Dalam tehnik ini, guru mengajukan satu atau beberapa pertanyaan untuk melacak pengetahuan siswa atau mendapatkan hipotesis atau simpulan mereka dan kemudian memilah-milahnya menjadi sejumlah kategori. Metoda pengajaran terarah merupakan seilngan yang mengasyikkan dl sela-sela cara pengajaran biasa. Cara ini memungkinkan anda untuk mengetahui apa yang telah diketahui dan dipahami oleh siswa sebelum memaparkan apa yang anda ajarkan. Metoda ini sangat berguna dalam mengajarkan konsep-konsep abstrak.

PROSEDUR
1.      Ajukan pertanyaan atau serangkaian pertanyaan yang menjajaki pemikiran siswa dan pengetahuan yang mereka miliki. Gunakan pertanyaan yang memiliki beberapa kemungkinan jawaban, semisal "Bagalmana kamu menjelaskan seberapa cerdasnya seseorang?”
2.      Berikan waktu yang cukup kepada bagi siswa dalam pasangan atau kelompok untuk membahas jawaban mereka.
3.      Perintahkan siswa untuk kembali ke tempat masing-masing dan catatlah pendapat mereka. Jika memungkinkan, seleksilah jawaban mereka menjadi beberapa kategori terpisah yang terkait dengan kategori atau konsep yang berbeda semisal "kemampuan membuat mesin pada kategori kecerdasan. kinestetika-tubuh.
4.      Sajikan poin-poin pembelajaran utama yang ingin anda ajarkan. Perintahkan siswa untuk menjelaskan kesesuaian jawaban mereka dengan poin-poin ini. Catatlah gagasan yang memberi mformasi tambahan bagi poin pembelajaran dari pelajaran anda.

VARIASI
1.      Jangan memilah-milah jawaban siswa menjadi daftar yang terpisah. Sebagai gantinya, buatlah satu daftar panjang dan perintahkan mereka untuk mengkategorikan gagasan mereka terlebih dahulu sebelum anda membandingkannya dengan konsep yang ada di pikiran anda.
2.      Mulailah pelajaran dengan tanpa kategori yang sudah ada di benak anda. Cermati bagaimana siswa dan anda secara bersama bisa memilah-milah gagasan-gagasan mereka menjadi kategori yang berguna.


30. Menemui Pembicara Tamu
URAIAN SINGKAT
Aktivitas ini merupakan cara yang baik untuk melibatkan pembicara tamu yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk menyiapkan sebuah sesi pelajaran. Pada saat bersamaan, aktivitas memberi siswa peluang untuk berinteraksi dengan pakar pelajaran dengan cara yang unik dan mengambil peran aktif dalam menyiapkan pernbicara tamu.

PROSEDUR
1.      Undanglah pembicara tamu untuk memberi ceramah kepada siswa anda sebagai pakar dalam pelajaran yang kini anda ajarkan. (Contoh; Pejabat pemerintah setempat dapat mengunjungi kelas di mana anda mengajarkan tentang kewarganegaraan atau tata-negara.)
2.      Siapkan pembicara tamu dengan menjelaskan kepadanya bahwa sesi kelas ini akan dilaksanakan layaknya konferensi pers. Agar sesuai dengan format tersebut. pembicara mesti menyiapkan ceramah singkat atau pernyataan pembuka dan kemudian bersiap menerima pertanyaan dari "pers."
3.      Sebelum hadirya pembicara tamu, persiapkan siswa dengan mendiskusikan bagaimana konferensi pers akan dilaksanakan, dan kemudian berilah mereka kesempatan untuk merumuskan beberapa pertanyaan untuk diajukan kepada pembicara.
VARIASI
1.      Anda dapat memilih menghadirkan beberapa pembicara tamu dalam waktu bersamaan dan melakukan diskusi meja bundar. Tempatkan tiap tamu pada meja di bagian depan kelas atau pada deretan kursi yang ditata melengkung agar bisa berbagi informasi dan pengalaman dengan kelompok kecIl. Anggota kelompok akan diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan pembicara tamu dengan mengajukan pertanyaan dalam suasana yang lebih santai. Bagilah sesi pelajaran menjadi sejumlah babak. Tentukan panjang waktu masing-masing babak sesuai dengan waktu yang tersedia dan jumlah tamu-nya. Pada umumnya, 10 atau 15 menit untuk tiap babak sudah memadai. Arahkan kelompok kecil untuk mengalihkan pertanyaan dari satu pembicara tamu ke pem­bicara berikutnya sesuai dengan beralihnya babak.
2.      Undanglah sejumlah siswa yang sebelumnya pemah mengikuti pelajaran anda untuk menjadi pembicara "tamu."


31. Mempraktikkan Materi yang Diajarkan

URAIAN SINGKAT
Adakalanya sejumlah konsep atau prosedur masih belum bisa dipahami. betapapun gamblangnya penjelasan verbal atau visual yang anda berikan. Satu cara untuk rnembantu membangun gambaran tentang materi yang diajarkan adalah dengan meniinta sejumlah siswa untuk mempraktikkan atau menerapkan prosedur yang anda jelaskan.

PROSEDUR
1.      Pilihlah sebuah konsep (atau sejumlah konsep terkait) atau prosedur yang bisa digambarkan dengan memperagakannya. Beberapa contohnya meliputi:
·          Penyusunan kalimat.
·          Menemukan persamaan.
·          Sirkulasi jantung
·          Arsitektur gotik
2.      Gunakan salah satu dari beberapa metoda berikut ini:
·          Perintahkan beberapa siswa untuk maju ke depan kelas dan tugaskan mereka untuk  mensimulasikan aspek fisik dari konsep atau prosedur yang tengah anda terangkan.
·          Buatlah kartu besar yang mencantumkan bagian-baglan dari suatu prosedur atau konsep. Berikan kartu-kartu itu kepada sejumlah siswa. Tempatkan siswa yang memegang kartu tersebut sedemikian rupa agar kartu itu berurutan dengan benar.
·          Buatlah drama yang meminta siswa memperagakan materi yang anda ajarkan.
·          Tunjuklah beberapa siswa untuk mempraktikkan prosedur itu setahap demi setahap.
3.      Diskusikan drama pembelajaran yang telah anda buat. Kemukakan inti pengajaran apapun yang ingin anda sampaikan.
VARIASI
1.      Rekamlah sekolompok siswa yang memperagakan konsep atau prosedur tersebut menggunakan kamera video dan perlihatkan kepada seluruh siswa.
2.      Perintahkan siswa untuk membuat tata cara .mempera­gakan konsep atau prosedur tanpa arahan dari anda.


32. Yang Manakah Kelompok Saya?

URAIAN SINGKAT
Aktivitas ini menawarkan pendekatan baru untuk membantu siswa mempelajari materi kognltif. Dengan menerapkan tayangan permainan lama dl televisi, siswa berkesempatan untuk membahas materi yang baru saja diajarkan dan menguji satu sama lain untuk memperkuat ingatan akan pelajaran anda.

PROSEDUR
1.      Bagilah siswa menjadi dua tim atau leblh.
2.      Tulislah salah satu dari yang berikut ini pada slip kertas yang berbeda:
·        Saya: (beri nama orang) misal. Saya Karl Marx
·        Saya: (beri nama kejadian) misal. Saya "gerhana bulan."
·        Saya: (beri nama teori) misal, Saya "Darwinisme."
·        Saya: (beri nama konsep) misal, Saya "inflasi."  
·        Saya: (beri nama keahlian) misal, Saya "manuverHeimlich
·        Saya: (beri nama kutipan) misal, Saya "ada atau tiada"
·        Saya: (beri nama rumus) misal, Saya adalah e=mc2”.
3.      Masukkan slip kertas ke dalam sebuah kotak, dan perintahkan tiap tim untuk memilih satu slip. Slip yang dipilh menunjukkan identitas dari tamu misteri.
4.      Berikan tim waktu lima menit kepada tim untuk mengerjakan tugas berikut:
·        Memilih anggota tim untuk menjadi "tamu misteri."
·        Persiapkan pertanyaan yang akan di ajukan dan pikirkan cara menjawabnya.           
5.      Pilihlah tim yang akan menghadirkan tamu misteri pertama.
6.      Buatlah panel siswa dari tim lain (dengan metoda apapun yang anda pilih).
7.      Mulailah permainan. Perintahkan tamu misteri untuk mengemukakan kategorinya (orang, kejadian, dll). Para panelis mengambil giliran mengajukan pertanyaan ya- atau -tidak tentang tamu misteri hingga salah satu panelis dapat mengenali si tamu misterius itu.
8.      Perintahkan tim yang lain untuk menghadirkan tamu misteri mereka. Buatlah panel baru untuk tiap tamu misteri.

VARIASI
1.      Beri kesempatan tamu misteri untuk berkonsultasi dengan rekan satu timnya jika dia tidak yakin dengan cara menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panelis.
2.      Guru dapat menetapkan bagaimana si tamu misteri harus berakting. Sebagai contoh, seorang tamu misteri bisa memperagakan seolah-olah ia adalah orang terkenal yang sedang menjadi bahan pembicaraan.

33. Menjadi Kritikus Tayangan Video

URAIAN SINGKAT
Seringkali menonton tayangan video edukatif merupakan kegiatan pasif. Siswa duduk di kursi sembari menunggu tayangan diputar. Namun yang ini merupakan cara aktif untuk menjadikan siswa merasa terlibat dalam menonton tayangan video.

PROSEDUR
1.      Pilihlah video yang ingin anda pertunjukkan kepada siswa.
2.      Katakan kepada siswa, sebelum menonton video, bahwa anda ingin mereka mengkritisi apa yang akan ditayangkan. Perintahkan mereka untuk meninjau beberapa faktor. termasuk:
·        Realisme (dari para pelakunya)
·        Relevansi
·        Saat-saat tak terlupakan
·        Penataan isi
·        Daya terapnya pada kehidupan sehari-hari mereka.
3.      Putarlah video.                                  
4.      Laksanakan diskusi yang dapat anda sebut "pojok kritikus."
5.      Lakukan jajak pendapat terhadap siswa (opslonal). dengan menggunakan semacam sistern penlalan keseluruhan,semisal:
·        Bintang satu sampai lima.
·        Jempol ke atas (bagus), jempol ke bawah (jelek).

VARIASI
1.       Buatlah panel pemirsa video.
2.       Putar kembali video itu. Lantaran ada kalanya kritikus berubah pendirian ketika mereka menyaksikan sesuatu untuk kedua kalinya.

Mestimulasi Diskusi Kelas
Sering sekali. seorang guru berupaya menstimulasi diskusi kelas namun dihadapkan pada kebungkaman yang tidak menyenangkan karena siswa sendiri tidak tahu siapa yang berani berbicara duluan. Memulai sebuah diskusi tidak jauh berbeda dengan memulai pengajaran berbasis ceramah atau penyajian materi secara lisan. Anda harus terlebih dahulu rnembangkitkan minat! Strategi-strategi yang berikut ini merupakan cara-cara yang telah berhasil menstimulasi diskusi. Sebagian di antaranya bahkan akan menciptakan pertukaran pendapat yang seru namun tertib antar siswa. Semuanya dirancang sedemikian rupa agar setiap siswa bisa terlibat.

34. Debat Aktif

URAIAN SINGKAT
Sebuah debat bisa menjadi metoda berharga untuk meningkatkan pemikiran dan perenungan, terutama jlka siswa diharapkan mengemukakan pendapat yang ber-tentangan dengan diri mereka sendiri. Ini merupakan strategi debat yang secara aktif melibatkan tiap siswa di dalam kelas—tidak hanya mereka yang berdebat.

PROSEDUR
1.      Susunlah sebuah pernyataan yang berisi pendapat tentang isu kontroversial yang terkait dengan mata pelajaran anda (misalnya., "Media cuma membuat berita, bukan melaporkannya.")
2.      Bagilah siswa menjadi dua tim debat. Berikan (secara acak) posisi "pro" kepada satu kelompok dan posisi "kontra" kepada kelompok yang lain.
3.      Selanjutnya, buatlah dua hingga empat sub kelompok dalam masing-masing tim debat. Misalnya, dalam sebuah kelas yang berisi 24 siswa anda dapat membuat tiga sub kelompok pro dan tiga sub kelompok kontra, yang masing-masing terdiri dan empat anggota. Perintahkan tiap sub kelompok untuk menyusun argumen bagi pendapat yang dipegangnya, atau menyediakan daftar panjang argumen yang mungkin akan mereka diskusikan dan pilih. Pada akhir dari diskusi mereka. perintahkan sub kelompok untuk memilih juru bicara.
4.      Tempatkan dua hingga empat kursi (tergantung jumlah dari sub kelompok yang dibuat untuk tiap pihak) bagi para juru bicara dari pihak yang pro dalam posisi berhadapan dengan jumlah kursi yang sama bagi juru bicara dari pihak yang kontra. Posisikan siswa yang lain di belakang tim debat mereka. Untuk contoh sebelumnya, susunannya akan tampak seperti ini:

x                                  x
x                                  x
x                                  x                     
x pro                kon      x
x pro                kon      x
x pro                kon      x
x                                  x
x                                  x
x                                  x

Mulailah "debat" dengan meminta para Juru bicara mengemukakan pendapat mereka. Sebutlah proses Ini sebagai "argumen pembuka."
5.      Setelah semua siswa mendengarkan argumen pembuka, hentikan debat dan suruh mereka kembali ke sub kelompok awal mereka. Perintahkan sub-sub kelompok untuk menyusun strategi dalam rangka mengkonter argumen pembuka dari pihak lawan. Sekali lagi, perintahkan tiap sub kelompok memllih juru bicara, akan lebih baik bila menggunakan orang baru.
6.      Kembali ke "debat". Perintahkan para juru bicara, yang duduk berhadap-hadapan, untuk memberikan "argu­men tandingan" Ketika debat berlanjut (pastikan untuk menyelang-nyeling antara kedua belah pihak), anjurkan siswa lain untuk memberikan catatan yang memuat argumen tandingan atau bantahan kepada pendebat mereka. Juga, anjurkan mereka untuk memberi tepuk tangan atas argumen yang disampaikan oleh perwakilan tim debat mereka.
7.      Bila anda rasa perlu, akhirilah debat. Tanpa menyebutkan pemenangnya, perintahkan siswa untuk kembali berkumpul membentuk satu lingkaran. Pastikan untuk mengumpulkan siswa dengan meminta mereka duduk bersebelahan dengan siswa yang berasal dari pihak lawan debatnya. Lakukan diskusi dalam satu kelas penuh tentang apa yang didapatkan oleh siswa dari persoalan yang diperdebatkan. Juga perintahkan siswa untuk mengenali apa yang menurut mereka merupakan argumen terbaik yang dikemukakan oleh kedua belah pihak.

VARIASI
1.      'Tambahkan satu atau beberapa kursi kosong bagi tim-tim debat. Ijinkan siswa untuk menempati kursi-kursi kosong ini manakala mereka ingin turut berdebat.
2.      Mulailah segera kegiatan ini dengan argumen pembuka perdebatan. Lakukanlah dengan debat konvensional, namun sering-seringlah menggilir para pendebatnya.


35. Rapat Dewan Kota

URAIAN SINGKAT
Format diskusi ini sangat cocok untuk kelas besar. Dengan menclptakan suasana yang menyerupai rapat dewan kota, seluruh siswa bisa terlibat dalarn diskusi.

PROSEDUR
1.      Pilihlah topik menarik atau problema kasus mengenai mata pelajaran anda. Sajikan secara singkat topik atau problemanya seobyektif mungkin, dengan mernberikan infomasi latar belakang dan uraian singkat tentang beragam sudut pandang. Jika anda menghendaki. sediakanlah dokumen yang dapat memperjelas topik atau problemanya.
2.      Tegaskan bahwa anda menginginkan pendapat dari siswa sendiri tentang persoalan itu. Tanpa memanggil siswa dari bagian depan kelas, jelaskan bahwa anda akan mengikuti format yang disebut "panggil pembicara berikutnya." Manakala seorang siswa selesai berbicara, siswa itu harus melihat ke sekeliling ruang kelas dan memanggil siswa lain yang juga ingin berbicara (ketahuan dari siswa yang mengangkat tangan).
3.      Anjurkan siswa agar berbicara singkat dan padat supaya siswa yang lain mendapat kesempatan berpartisipasi dalam rapat "dewan kota" Jika anda menghendaki tetapkan batas waktu sampai pembicara mendapatkan giliran untuk berbicara. Arahkan siswa untuk memanggil siswa lain yang belum pernah mendapat giliran sebelum memilih siswa yang sudah mendapat giliran.
4.      Lanjutkan diskusi selama hal itu dirasa ada gunanya..

VARIASI
1.      Buatlah pertemuan itu menjadi perdebatan. Perintahkan siswa untuk duduk di sisi ruangan yang berbeda, sesuai dengan posisi perdebatannya. Ikuti format "memanggil pembicara berikutnya," dengan instruksi bahwa pembicara berikutnya harus memiliki pendapat yang bertentangan. Perintahkan siswa untuk berpindah ke sisi ruangan yang berbeda jika pendapat mereka terpengaruhi oleh debat itu.
2.      Mulailah rapat "dewan kota" dengan diskusi panel. Perintahkan para panelis untuk mengemukakan pen­dapat mereka dan kemudian memanggil pembicara dari kalangan pendengar.


36. Keputusan Terbuka Tiga-Tahap

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan format diskusi di mana sebagian dari siswa membentuk lingkaran diskusi dan sebagian yang lain rnembentuk lingkaran pendengar di sekeliling kelompok diskusi (Lihat Sepuluh Metoda untuk Mendapatkan Partisipasi Kapanpun", pada halaman 22.) Berikut ini adalah salah satu dari cara-cara yang lebih menarik untuk membentuk diskusi terbuka.

PROSEDUR
1.      Susunlah tiga pertanyaan diskusi yang relevan dengan materi pelajaran anda. Dalam kelas ekologi, sebagai misal, pertanyaannya boleh jadi sebagai berikut:
·          Bagaimanakah lingkungan mengalami perusakan?
·          Langkah-langkah apakah yang bisa diambil oleh pemerintah dan industri swasta untuk  mengatasi masalah ini?
·          Apakah yang dapat kita lakukan secara pribadi?
Idealnya, pertanyaan-pertanyaan itu mesti berkaitan, namun itu tidak diharuskan. Putuskan dalam urutan seperti apakah anda menghendaki didiskusikannya pertanyaan-pertanyaan itu.
2.      Susunlah kursi dalam konfigurasi perut ikan (yakni dua lingkaran memusat) Perintahkan siswa untuk berhitung 1,2, dan 3. Perintahkan anggota kelompok 1 untuk menempati kursi lingkar diskusi dan perintahkan anggota kelompok 2 dan 3 untuk duduk di kursi lingkar-luamya. Ajukan pertanyaan pertama anda untuk didiskusikan. Berikan waktu diskusi selarna 10 menit. Perintahkan satu orang siswa untuk memfasilitasi diskusi atau bertindak sebagai fasilitator.
3.      Selanjutnya, perintahkan anggota kelompok 2 untuk duduk di lingkar dalam. menggantikan anggota ke­lompok 1 yang sekarang duduk di lingkar luar. Tanyalah anggota kelompok 2 apakah mereka hendak memberikan tanggapan singkat tentang diskusi pertama, dan kemudlan beralihkan ke topik diskusi kedua.
4.      Ikuti prosedur yang sama dengan anggota kelompok 3.
5.      Bila ketiga pertanyaan itu telah didiskusikan, kembalikan siswa menjadi satu kelompok besar diskusi. Perin­tahkan mereka untuk membahas keseluruhan diskusi yang telah berlangsung.

VARIASI
1.      Sebagai alternatif, jika tidak memungkinkan untuk melakukan penataan kursi secara melingkar, buatlah diskusi panel secara bergiliran. Sepertiga kelas menjadi panelis untuk tiap pertanyaan diskusi. Para panelis bisa duduk di depan kelas menghadap kepada siswa lainnya di kelas. Jika anda menggunakan susunan kelas berbentuk U atau meja konferensi (lihat "Sepuluh Tata-letak untuk Menyusun Kelas," halaman 17), tunjuklah kelompok sebelah sebagai kelompok panel.
2.      Gunakan hanya satu pertanyaan diskusi saja. Perintah­kan tiap kelompok berikutnya untuk menanggapi diskusi kelompok sebelumnya.


37.Memperbanyak Anggota Diskusi Panel

URAIAN SINGKAT
Aktivitas ini merupakan cara yang baik untuk menstimulasi diskusi dan memberi siswa kesempatan untuk mengenali. menjelaskan. dan mengklarifikasi persoalan sembari tetap bisa berpartisipasi aktif dengan seluruh siswa.

PROSEDUR
1.      Pillhlah sebuah masalah yang akan mengundang minat siswa. Sajikan persoalan Itu agar siswa terstimulasi untuk mendiskusikan pendapat mereka. Sebutkan lima pertanyaan untuk didiskusikan.
2.      Pilihlah empat hingga enam siswa untuk membentuk kelompok diskusi panel. Aturlah mereka dalam formasi semi lingkaran di bagian depan kelas.
3.      Perintahkan siswa yang lain untuk duduk di sekeliling kelompok diskusi pada tiga sisi dalam formasi sepatu kuda.
4.      Mulailah dengan pertanyaan pembuka yang provokatif. Serahkan tanggung jawab diskusi panel kepada kelom­pok inti sedangkan siswa yang lain membuat catatan dalam rangka mempersiapkan giliran diskusi mereka.
Sebagai contoh, beberapa poin yang dapat dikemukakan dalam sebuah diskusi adalah tentang pertanyaan "Apa sajakah pendapat pro dan kontra terhadap rekayasa genetik?"
Pro
·        Ilmu kesehatan telah mencapai tahap yang memungkinkan hal ini, lantas mengapa mesti menolaknya?
·    Ilmuwan akan mampu menghilangkan rasa nyeri dan penderitaan.
·        Orang tua akan bisa menghindari kelahiran bayi yang cacat-lahir.


Kontra
·      Manusia tidak boleh merusak rencana Tuhan.
·      Kelainan genetik akan timbul.
·      Orang tua tidak boleh memutuskan seperti apa anak yang ingin mereka miliki.
5.      Pada akhir periode diskusi yang sudah ditetapkan. pisahkan seluruh kelas menjadi kelompok-kelompok kecil untuk melanjutkan diskusi tentang pertanyaan yang masih ada.

VARIASI
1.      Baliklah urutannya; mulalah dengan diskusi kelompok kecil dan diikuti dengan diskusi panel.
2.      Perintahkan siswa untuk mengajukan pertanyaan diskusi.

38. Argumen dan Argumen Tandingan

URAIAN SINGKAT
Kegiatan ini merupakan cara yang sangat bagus untuk menstimulir diskusi dan mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang persoalan kompleks. Formatnya serupa dengan sebuah debat, namun tidak begitu formal dan berlangsung lebih cepat.

PROSEDUR
1.      Pilihlah sebuah masalah yang memiliki dua sisi atau lebih.
2.      Bagilah kelas menjadi sejumlah kelompok sesual dengan jumlah pendapat yang telah anda nyatakan, dan perintahkan tiap kelompok untuk mengemukakan argumen yang mendukung pihaknya. Doronglah mereka untuk bekerja dengan rekan sebangku atau dalam gugusan kelompok kecil.
3.      Jelaskan bahwa siswa mana saja bisa memulai debat. Setelah seorang siswa memiliki kesempatan untuk mengajukan satu argumen yang mendukung pendapatnya, beri kesempatan untuk munculnya argumen lain atau argumen yang berseberangan dari kelompok lain. Lanjutkan diskusi, lakukan prosesnya dengan cepat.
4.      Akhiri kegiatan ini dengan membandlngkan persoalan menurut pandangan anda Sebagai guru. Beri kesempatan dilakukannya diskusi lanjutan.

VARIASI
1.      Sebagai ganti debat antar kelompok, pasangkan masing-masing siswa dari kelompok yang berbeda dan perintah­kan mereka untuk saling beradu argumentasi. Ini bisa dilakukan secara serentak, dan dengan demikian setiap siswa terlibat dalam perdebatan dalam waktu bersamaan.
2.      Buatlah formasi dua kelompok yang bertentangan agar mereka berhadapan satu sama lain. Ketika satu siswa mengakhiri argumennya, perintahkan agar siswa itu melemparkan suatu benda (misalnya bola atau benda semacamnya) kepada anggota dari pihak yang berlawanan. Siswa yang menangkap benda yang dilemparkan itu harus membantah argumen dari siswa sebelumnya.
39. Membaca Keras-keras

URAIAN SINGKAT
Yang rnengherankan, membaca sebuah teks keras-keras ternyata dapat membantu siswa memfokuskan pikiran. mengajukan pertanyaan, dan menstimulasi diskusi. Strategi Ini agak serupa dengan pelajaran mengkaji kitab suci. Cara ini memililki dampak berupa terfokusnya perhatian dan terciptanya kelompok yang padu.

PROSEDUR
1.      Pilihlah teks yang cukup menarik untuk dibaca keras-keras. Batasi diri anda untuk memilih teks yang berisi kurang dari 500 kata.
2.      Perkenalkan teks itu kepada siswa. Cermati poin-poin atau persoalan utama yang hendak diajukan.
3.      Bagilah teks itu berdasarkan paragrafnya atau dengan cara lain. Tunjuklah sejumlah siswa untuk membaca keras-keras beberapa bagian yang berbeda.
4.      Ketika pembacaan sedang berlangsung. hentikan pada beberapa bagian untuk menekankan poin-poin tertentu, mengajukan pertanyaan, atau memberi contoh. Beri kesempatan untuk melakukan diskusi singkat jika siswa memperlihatkan minat terhadap bagian tertentu. Selanjutnya bahaslah apa yang dimuat dalam teks.


VARIASI
1.      Lakukan pembacaan oleh anda sendiri jika anda merasa hal ini akan meningkatkan cara penyajian teks, atau anda jika meragukan kemampuan baca siswa.   
2.      Perintahkan pasangan siswa untuk membacakan sata sama lain, hentikan untuk klarifikasi dan diskusi bila itu dirasa perlu.


40.Pengadilan oleh Majelis Hakim

URAIAN SINGKAT
Tehnik ini memanfaatkan pengadilan bohong-bohongan. lengkap dengan saksi, jaksa penuntut, pembela, anggota pengadilan dan lain-lain. Ini merupakan metoda yang baik untuk memicu "belajar berbeda pendapat"yakni belajar dengan secara efektif mengemukakan sebuah sudut pandang dan menentang pendapat yang sebaliknya.

PROSEDUR
1.      Buatlah dakwaan yang akan membantu siswa mengetahui sisi-sisi yang berbeda dari sebuah persoalan. Contoh-contoh "kejahatan" yang bisa didakwakan kepada seseorang atau kepada suatu benda adalah: orang berpendidikan atau orang biasa yang moralnya bobrok; buku kontroversial; teori yang tidak terbukti; nilal-nilal yang tidak memlliki manfaat; dan proses, hukum, atau institusi yang menyimpang.
2.      Berikan peran kepada siswa. Tergantung pada jumlah siswa, anda dapat menggunakan semua atau beberapa dari peran berikut ini, pembela, saksi meringankan, jaksa penuntut umum, saksi memberatkan, panitera, hakim ketua, dan hakim anggota. Tiap peran bisa diisi oleh satu orang siswa atau satu tim. Anda bisa menetapkan sendiri jumlah majelis hakimnya
3.      Berikan waktu kepada siswa untuk mempersiapkan diri. Ini bisa berlangsung dari beberapa menit hingga satu jam, tergantung pada kerumitan masalahnya.
4.      Laksanakan pengadilan. Pertimbangkan untuk menggunakan aktivitas berikut ini: argumen pembuka, kasus yang diajukan oleh penuntut dan saksi, laporan singkat panitera persidangan, dan argumen penutup.
5.      Lakukan pertimbangan hakim. Ini bisa dilakukan secara terbuka, agar semua siswa bisa mendengar bagaimana bukti ditimbang. Anggota non-hakim bisa diberi tugas untuk mendengarkan berbagai aspek kasus.

VARIASI
1.      Perluas kegiatan dengan pentarafan pengadilan ulang.
2.      Hilangkan pengadilan oleh majelis hakim dan gantikan pengadilan hanya oleh hakim.


Pengajuan Pertanyaan
”Ada pertanyaan?" tanya guru. Seringkali, setelah ditanya seperti itu siswa justru diam. Sebagian guru menganggap diamnya siswa menunjukkan bahwa mereka tidak berrninat Sebagian lain mungkin menyimpulkan bahwa semuanya sudah jelas. Sayangnya. yang sesung-guhnya terjadi ialah bahwa siswa belum siap mengajukan pertanyaan. Strategi-strategi yang berikut ini akan membantu anda mengubah keadaan seperti ini. Siswa akan lebih tertantang untuk membuat pertanyaan karena mereka memlliki kesempatan untuk memahami materi yang diajarkan.

41. Belajar berawal dari Pertanyaan

URAIAN SINGKAT
Proses mempelajari hal baru akan lebih efektif jika si pembelajar dalarn kondisi aktif, bukannya reseptif. Salah satu cara untuk menciptakan kondisi pembelajaran seperti ini adalah dengan menstimulir siswa untuk rnenyelidiki atau mempelajari sendiri materi pelajarannya, tanpa penjelasan terlebih dahulu dari guru. Strategi sederhana ini menstimulasi pengajuan pertanyaan, yang mana merupakan kunci belajar.

PROSEDUR
1.      Bagikan kepada siswa bahan ajar yang anda pilih sendiri. (Anda dapat menggunakan satu halaman dalam sebuah buku teks, sebagai ganti buku pegangan.) Inti dari pilihan materi anda adalah kebutuhan untuk men­stimulir pertanyaan di pihak pembaca. Sebuah buku pegangan yang menyediakan informasi luas namun tidak memiliki rincian penjelas adalah yang ideal. Grafik atau diagram yang melukiskan sejumlah pengetahuan merupakan pilihan yang baik. Sebuah naskah yang terbuka bagi munculnya bermacam interpretasi juga merupakan pilihan yang balk. Tujuan utamanya adalah memicu keingintahuan.
2.      Perintahkan siswa untuk mempelajari buku pegangan dengan pasangannya. Perintahkan agar masing-masing pasangan sebisa mungkin berupaya memahami buku pegangan dan mengenali apa saja yang tidak mereka paharni dengan menandai dokumen dengan pertanyaan di dekat informasi yang tidak mereka pahami. Anjurkan siswa untuk menyislpkan sebanyak mungkin tanda tanya sesual yang mereka kehendaki. Jika waktunya memungkinkan, bentuklah pasangan-pasangan tersebut menjadi kuartet (kelonipok empat siswa) dan beri waktu bagi tiap pasangan untuk saling membantu.
Seorang guru fisika, misalnya, dapat membagikan sebuah diagram yang menggambarkan bagaimana energi potensial berubah menjadi energi kinetik dengan menunjukkan seorang penerjun sirkus yang melompat dari galah sepanjang 50 kaki Siswa bekerja bersama pasangannya untuk membahas. Iustrasinya dan menentukan pertanyaannya (misalnya, Kapankah pastinya energi potensial menjadi energi kinetik? Apa perbedaan mendasar antara energi kinetik dan potensial?
3.      Perintahkan siswa untuk kembali ke posisi semula dan jawablah pertanyaan-pertanyaan siswa. Anda mengajar melalui jawaban anda atas pertanyaan siswa secara keseluruhan, dan baru kemudian mengajarkan mata pelajaran hari ini, dengan melakukan upaya khusus untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa.

VARIASI
1.      Jika anda merasa bahwa siswa akan kesulitan untuk mempelajari sendiri materi pelajarannya, berikan sejumlah informasi yang mengarahkan mereka atau beri mereka pengetahuan dasar yang diperlukan untuk bisa mengajukan pertanyaan sendiri. Selanjutnya bentuklah kelompok-kelompok belajar.
2.      Mulailah prosedur Ini dengan belajar sendiri-sendin bukannya belajar secara berpasangan.


42. Pertanyaan yang Disiapkan

URAIAN SINGKAT
Tehnik ini memungkinkan anda untuk menyajikan informasi Sebagai jawaban atas pertanyaan yang telah disiapkan pada siswa yang anda tunjuk. Kendati anda pada kenyataannya memberikan pelajaran yang tersiapkan dengan baik, namun bagi siswa lain (selain siswa yang anda tunjuk) anda tampak hanya melakukan sesi tanya-jawab.


PROSEDUR
1.      Pilihlah pertanyaan yang akan mengarahkan kepada pelajaran anda. Tulislah tiga hingga enam pertanyaan dan urutkan secara logis.
2.      Tulislah masing-masing pertanyaan pada sebuah kartu, indeks dan tulislah isyarat yang akan anda gunakan untuk menandakan bahwa anda ingin agar pertanyaan itu diajukan. Tanda-tanda atau isyarat yang dapat anda gunakan meliputi:
·          menggaruk-garuk hidung anda.
·          melepas kacamata anda.
·          menjentikkan jemari anda.
·          menguap
Kartu instruksinya bisa tampak seperti ini:

4.      Text Box: JANGAN PERLIHATKAN KARTU INI KEPADA SIAPA-SIAPA
Bila istirahat kita selesai, saya akan mendiskusikan pertanyaan "Apakah kecerdasan merupakan unsur keturunan?" dan kemudian tanyakan apakah siswa memiliki pertanyaan. Bila saya menggaruk-garuk hidung saya, angkat tangan kamu dan ajukan per¬tanyaan berikut ini: 
Apakah memang ada lebih dari satu jenis kecerdasan?
Jangan membaca pertanyaannya keras-keras. Ingat-ingatlah pertanyaan itu atau ucapkan dengan kata-kata kamu sendiri.Sebelum pelajaran dimulai, pilihiah siswa yang akan mengajukan pertanyaan. Berikan masing-masing satu kartu indeks, dan jelaskan tanda-tanda mereka. pastikan bahwa mereka tidak mengungkapkan kepada siapapun bahwa mereka telah diberi pertanyaan.
5.      Bukalah sesi tanya-jawab dengan mengumumkan topiknya dan berikan isyarat pertama anda. Panggilah siswa yang sudah diberi pertanyaan, jawablah pertanyaan itu. dan kemudian lanjutkan dengan isyarat dan pertanyaan berikutnya.
6.      Sekarang, bukalah kesempatan bagi seluruh siswa untuk mengajukan pertanyaan baru, bukan yang telah diberikan sebelumnya. Anda mesti memastikan adanya beberapa siswa yang tunjuk jari.

VARIASI
1.      Sertakan jawaban atas pertanyaan tersebut pada kertas lipat, transparansi OHP, atau buku pegangan pengajaran yang anda bagikan ketika maslng-masing pertanya dijawab. Ungkapkan secara dramatis jawabannya ketika pertanyaan diajukan.
2.      Berikan pertanyaan yang telah anda perslapkan kepad siswa yang paling sedikit memperlihatkan minat ata yang memperllhatkan sikap peran kurang bersahabat

43. Pertanyaan Pembalikan Peran

URAIAN SINGKAT  
Sekalipun anda meminta siswa untuk memikirkan pertanyaannya selama berlangsungnya pelajaran, bukan hanya pada akhir pelajaran, anda mungkm akan mendapatkan tanggapan yang hangat-hangat kuku atau biasa-biasa ketika anda bertanya, "Apakah ada perta­nyaan?" Dengan tehnik ini, anda membalik peran: Anda mengajukan pertanyaan dan siswa berupaya menjawab.

PROSEDUR
1. Susunlah pertanyaan yang akan anda ajukan tentang beberapa materi pelajaran jika anda yang berperan sebagai siswa. Buatlah pertanyaan yang:
·        Berupaya mengklarifikasi rnateri yang sulit atau rumit (misalnya, Tolong anda jelaskan lagi cara untuk­________?”)
·        Membandingkan materi dengan informasi lain (misalnya, "Seperti apa bedanya ini dengan______?”)
·        Menantang pendapat anda (misalnya, "Mengapa hal ini perlu dilakukan? Bukankah hal ini akan menimbulkan banyak kebingungan?”)
·        Meminta contoh tentang gagasan yang tengah dibahas (misalnya. "Bisakah kalian berikan contoh tentang_______?”)
·        Menguji daya terap materi (misalnya, saya menggunakan gagasan ini dalam kehidupan nyata?                         
3.      Pada awal sesi pertanyaan, umumkan kepada anak-anak bahwa anda akan "menjadi" mereka, dan mereka   bersama akan "menjadi" anda. Lanjutkan pengajuan pertanyaan
4.      Bersikaplah argumentatif, penuh canda, atau apapun untuk memancing mereka agar membombardir dengan banyak jawaban.
5.      Membalikkan peran beberapa kali akan menjadikan siswa slap dan mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan mereka sendiri

VARIASI
1.   Sebagai ganti penggunaan tehnik ini pada awal sesi tanya-jawab. baliklah posisinya ketika siswa telah puas dengan pertanyaan.
2.   Ubahlah acaranya menjadi "konferensi media." Anda menjadi media, yang memperkenalkan diri sebagai "W' Suditomo dari RCTI" atau semacamnya, dan hujani siswa dengan pertanyaan yang menyelldik, menyerang, atau menjelek-jelekan materi belajar yang dipertanyakan.

Belajar Bersama
Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan belajar aktif adalah dengan pemberian tugas belajar yang dilakukan dalam kelompok kecil siswa. Dukungan sesama siswa dan keragaman pendapat, pengetahuan, serta ketrampilan mereka akan membantu menjadikan belajar bersama sebagai bagian berharga dari iklim belajar di kelas anda. Namun demikian, belajar bersama tidaklah selalu berlangsung efektif. Bolehjadi terdapat partisipasi yang tidak seimbang, komunikasi yang buruk, dan kebingungan, bukannya belajar yang sesungguhnya. Strategi-strategi berikut ini dirancang untuk memaksimalkan manfaat dari belajar bersama dan meminimalkan kesenjangan.

44. Pencarian Informasi

URAIAN SINGKAT
Metoda ini bisa disamakan dengan ujian open-book Tim-tim di kelas mencari informasi (biasanya akan diungkap dalam pengajaran ala ceramah) yang menjawab pertanyaan yang diajukan kepada mereka. Metoda ini sangat membantu menjadikan materi yang biasa-biasa saja menjadi lebih menarik.

PROSEDUR
1.      Buatlah sekumpulan pertanyaan yang dapat dijawab dengah mencari informasi yang bisa ditemukan dalam buku sumber yang telah anda bagikan kepada siswa. Materi surnbernya bisa mencakup:
  • Buku pegangan
  • Dokumen.
  • Buku teks.
  • Panduan referensi
  • Informasi yang diakses melalui komputer.
  • Artifak.
  • Peralatan "berat: (misalnya mesin)
2.      Bagikan pertanyaan-pertanyaan tentang topiknya.
3.      Perintahkan siswa untuk mencari informasi dalam tim kecil. Kompetisi yang bersahabat bisa diwujud untuk mendorong partipasi.
4.      Bahaslah jawabannya di depan kelas. Perluaslah jawabnya guna  memperluas cakupan pembelajaran.

VARIASI
1.      Buatlah pertanyaan yang mendorong siswa untuk menyimpulkan jawaban dan informasi sumber yang tersedia. Bukannya menggunakan pertanyaan yang bisa dijawab langsung dengan mencari informasinya.
2.      Sebagai ganti pencarian jawaban, berikan siswa tugas yang berbeda semisal problema kasus untuk dipecahkan, sebuah latihan yang mengharuskan mereka mencocokkan butir-butir, atau sejumlah kata yang diaduk-aduk yang menjelaskan istilah penting yang terkandung dalam informasi sumber jika bisa diurutkan dengan benar.


45. Kelompok Belajar

URAIAN SINGKAT
Metoda ini memberi siswa tanggung jawab untuk mempelajari materi pelajaran dan menjabarkan isinya dalam sebuah kelompok tanpa campur tangan guru. Tugas yang diberikan mesti jelas betul untuk memastikan bahwa sesi belajar yang dihasilkan akan efektif dan kelompok bisa mengatur diri mereka sendiri.

PROSEDUR
1.      Beri siswa materi pelajaran yang pendek dan terformat dengan baik; naskah singkat; grafik atau diagram yang menarik. Perintahkan mereka untuk membacanya dalam hati. Kelompok belajar akan bekerja sangat baik bila materinya cukup menantang atau terbuka bagi munculnya bermacam interpretasi.
2.      Bentuklah sub-sub kelompok dan beri mereka ruang yang tenang untuk melaksanakan sesi belajar mereka.
3.      Berikan petunjuk yang jelas yang memandu siswa untuk belajar dan menjelaskan materinya dengan cermat. Sertakan arahan semacam ini:
·        Jelaskan isinya.                              .
·        Buatlah contoh, ilustrasi, atau penerapan informi atau gagasan itu.
·        Kenali hal-hal yang membingungkan atau  tidak kalian setujui.
·        Bantahlah apa yang ada dalam teks, buatlah sudut pandang yang bertentangan.
·        Nilailah seberapa balk kalian memahami materinya.

Berikut adalah salah satu contohnya:
Langkah-langkah Penyadaran Serangan Jantung (CPR)
a.      Perhatikan keadaan.
b.     Periksa ketidakresponsifannya
c.      Carilah bantuan.
d.     Bukalah saluran pernafasan.
e.      Lihat, dengarkan, dan rasakan pernafasan si korban.
f.       Berikan napas bantuan dua kali.
g.      Periksa denyut nadi.
h.      Lakukan penekanan dada sebanyak 15 kali (jika korbannya dewasa), dan kemudian berikan nafas bantuan dua kali.
i.        Ulangi tiga kali.
j.       Periksa kembali denyut nadinya. Jika tidak ada, kembali ke langkah d.

Diskusikan tiap langkah.
Berikan ilustrasi dari tiap langkah.
Langkah manakah yang kalian ingin saya menjelaskan atau mempraktikannya?

Berikut ini adalah contoh yang lain:
Dasar-dasar Impresionisme

     A.    Impersonalitas:
Si seniman memang tidak tertarik dengan subyeknya dan menciptakan gambar tanpa melibatkan perasaannya.

                        Diskusikan.
                        Berikan contoh.
            Seberapa baik anda memahami konsep ini? 1,2,3,4,5

B. Cahaya: Seniman berupaya menciptakan ilusi bentuk-bentuk yang bermandikan cahaya dan atmosfer, yang mana memerlukan pengkajian cahaya sebagai sumber warna.                    
             Diskusikan.
            Berikan contoh.
            Seberapa baik anda memahami konsep ini?

C.  Persepsi: Seniman mencatat sensasi warnan sendiri. bukannya menggambar dan sebagaimana kita melihatnya dengan mata.
            Diskusikan.
            Beri contohnya
            Seberapa baik anda memahami konsep ini?
4.      Berikan tugas kepada anggota kelompok, misalnya Sebagai fasilitator. pengatur waktu. pencatat atau juru bicara (baca "Sepuluh Alternatif dalam Memilih Ketua Kelompok dan Mengisi Tugas Lain," halaman 33).
5.    Perintahkan siswa untuk kembali ke posisi semula dan lakukan salah satu atau beberapa hal berikut ini:
·          Membahas materi secara bersama.
·          Beri siswa pertanyaan kuis.
·          Dapatkan pertanyaannya.balik
·          Perintahkan siswa untuk menilai seberapa mereka memahami materi.
·          Sediakan latihan penerapan atau kuls bagi siswa untuk menguji pemahaman mereka

VARIASI
1.      Jangan membentuk sub-sub kelompok. Baca keras materinya bila seluruh siswa sedang dalam semangat "kelompok kajian kitab sucl." Hentikan membacanya untuk kemudian menjawab pertanyaan siswa, mengalukan pertanyaan anda sendiri, atau menjelaskan naskahnya.
2.      Jika jumlah siswanya cukup besar, buatlah empat atau enam kelompok belajar. Pasangkan kelompok-kelompok belajar itu dan mintalah mereka untuk membandingkan catatan dan membantu satu sama lain..

46. Pemilahan Kartu

URAIAN SINGKAT
Ini merupakan aktivltas kerjasama yang bisa digunaka untuk mengajarkan konsep, karakteiistik klasifikasi fakta tentang benda, atau menilai informasi. Gerak fisik yang ada dl dalammnya dapat membantu menggairah-kan siswa yang merasa penat.
PROSEDUR
1.      Beri tiap siswa kartu indeks yang berisi Informasi atau contoh yang cocok dengan satu atau beberapa ketegori. Berikut adalah beberapa contohnya:
·       Jenis-jenis pohon vs jenis-jenis tumbuhan hijau.
·       Karakter dalain berbagai drama Shakespeare.
·       Kekuasaan lembaga eksekutif, leglslatif. dan yudikatif pemerintah.
·       Gejala-gejala dari beragam penyaklt.
·       Informasi yang cocok dengan berbagai bagian re­sume kerja
·        Karakteristik dari berbagai logam.
·       Kata benda. kata kerja. kata keterangan, preposis
·       Buku-buku karya Dickens, Faulkner, Herningway dan Updike.
2.      Perintahkan siswa untuk berkeliling ruangan dan mencari siswa lain yang kartunya cocok dengan yang sama. (Anda dapat mengumurnkan kategorinya cebelumnya atau biarkan siswa menemukannya sendiri)
3.      Perintahkan para siswa yang kartunya memiliki kategori sama untuk menawarKan diri kepada siswa lain.
4.      Ketika tiap kategori ditawarkan, kemukakan poin-poln nengajaran yang menurut anda penting.

VARIASI
1.       Perintahkan tiap kelompok untuk membuat presentasi pengajaran tentang kategorinya.
2.       Pada awal kegiatan, bentuklah tim. Berikan tiap tim satu dus kartu. Pastikan bahwa mereka mengocoknya agar kategori-kategori yang cocok dengan mereka tidak jelas di mana letaknya. Perintahkan tiap tim untuk memilah-milah kartu menjadi sejumlah kategori. Tiap tim bisa mendapatkan skor untuk jumlah kartu yang dipilih dengan benar.

47. Turnamen Belajar

URAIAN SINGKAT
Tehnik Ini merupakan versi sederhana dari ”Turnamen permainan-tim," yang dikembangkan oleh Robert Slavin dan rekan-rekannya. Tehnik ini menggabungkan kelompok belajar dan kompetisi tim, dan bisa digunakan untuk meningkatkan pembelajaran beragam fakta. konsep, dan ketrampilan.

PROSEDUR
1.      Bagilah siswa menjadi sejumlah tim beranggotakan 2 hingga 8 siswa. Pastikan bahwa tim memlliki jumlah yang sama. (Jika ini tidak bisa dilakukan. anda harus merata-ratakan skor dari tiap tim.)
2.      Berikan materi kepada tim untuk dipelajari bersama.
3.      Buatlah beberapa pertanyaan yang menguji pemahaman dan/atau penglngatan akan materi pelajaran. Gunakan format yang memudahkan penilaian sendlri. misalnya pllihan ganda, mengisi titik-tltik. benar/salah, atau definisi istilah. Dalam pelajaran komputer. misalnya. siswa diberi sejumlah istilah seperti yang berikut ini untuk dipelajari:
Cascade         :  Cara menata jendela yang terbuka.
Icon               :  Gambar grafis yang mewakili unsur program.
Multitasking  :  Kernampuan komputer untuk menjalankan lebih dari satu program secara bersamaan.
Path               :   Lokasi file dalam cabang direktori.
Server            :   Sebuah komputer yang menyediakan ruang data atau printer bagi komputerkomputer   lain.
Attribute        :   Informasi tentang file.
4.      Berikan sebaglan pertanyaan kepada siswa. Sebutlah ini sebagai "ronde satu" dari tumamen belajar. Tiap siswa harus menjawab pertanyaan secara perseorangan.
5.      Setelah pertanyaan diajukan, sediakan jawabannya dan perintahkan siswa untuk menghitung jumlah pertanyaan yang mereka jawab dengan benar. Selanjutnya perintahkan mereka untuk menyatukan skor mereka dengan tiap anggota tim mereka untuk mendapat skor tim. Umumkan skor dari tiap tim.
6.      Perintahkan mereka untuk belajar lagi untuk ronde kedua dalam tumamen. Kemudian ajukan pertanyaan tes lagi sebagai bagian dari "ronde kedua." Perintahkan tim untuk sekali lagi menggabungkan skor mereka dan menambahkannya ke skor mereka di ronde pertama.
7.      Anda bisa membuat ronde sebanyak yang anda mau, namun pastikan nntuk memberi kesempatan tim untuk nienjalani sesi belajar antar masing-masing ronde.(Lamanya tumamen belajar juga bisa bervariasi. Bisa singkat selama dua puluh menit atau bahkan beberapa jam.)

VARIASI
1.      Beri penaiti kepada siswa yang memberi jawaban salah dengan memberi mereka skor minus 2 atau minus 3. Jika mereka tidak yakin dengan jawabannya, lembar jawaban kosong bisa dianggap 0 (nol).
2.      Jadikan pemeragaan sejumlah ketrampilan dasar turnamen


48. Kekuatan Dua Orang

uraian singkat
Aktivitas ini digunakan untuk meningkatkan pembelajaran dan menegaskan manfaat dari sinergi yakni, bahwa dua kepala adalah lebih baik daripada satu.

PROSEDUR
1.      Berikan siswa satu atau beberapa pertanyaan yang memerlukan perenungan dan pemikiran. Berikut adalah beberapa contohnya:
·       Bagaimanakah tubuh kita mencema makanan?
·       Apakah pengetahuan itu?
·       Apa "proses yang seharusnya" Itu?
·       Bagaimana kemiripan otak manusia dengan komputer?
·       Mengapakah hal-hal buruk kadang terjadi pada orang-orang baik?
2.      Perintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan secara perseorangan.
3.      Setelah semua siswa menyelesaikan jawaban mereka, Aturlah menjadi sejumlah pasangan dan perintahkan "mereka untuk berbagi jawaban satu sama lain.
4.      Perintahkan pasangan untuk membuat jawaban baru bagi tiap pertanyaan, memperbaiki tiap jawaban perseorangan.
5.      Bila semua pasangan telah menuliskan jawaban baru bandingkan jawaban dari tiap pasangan dengan pasangan lain di dalam kelas.

VARIASI
1.      Perintahkan seluruh siswa untuk memlih jawaban terbaik untuk tiap pertanyaan.
2.      Untuk menghemat waktu, berikan pertanyaan khusus kepada pasangan tertentu. Bukannya memerintahkan  semua pasangan menjawab semua pertanyaan.

49. Kuis Tim

URAIAN SINGKAT
Tehnik tim ini dapat meningkatkan rasa tanggungjawab siswa atas apa yang mereka pelajari dengan cara yang menyenangkan dan tidak mengancani atau tidak membuat mereka takut.

PROSEDUR
1.      Pilihlah topik yang bisa disajikan dalam tiga segmen.
2.      Bagilah siswa menjadi tiga tim.
3.      Jelaskan format pelajaran dan mulailah penyajian materinya. Batasi hingga 10 menit atau kurang dari itu.
4.      Perintahkan Tim A untuk menyiapkan kuls jawaban singkat. Kuis tersebut harus sudah siap dalam tidak lebih dari 5 menit. Tim B dan C menggunakan waktu ini untuk memeriksa catatan mereka.
5.      Tim A memberi kuis kepada anggota Tim B. Jlka Tim B tidak dapat menjawab satu pertanyaan, Tim C segera menjawabnya.
6.      Tim A mengarahkan pertanyaan berikutnya kepada aggota Tim C, dan mengulang proses tersebut.
7.      Ketika kuisnya selesai, lanjutkan dengan segmen kedua dari pelajaran anda, dan tunjuklah Tim B sebagai Pandu kuis.
8.      Setelah Tim B menyelesaikan kuisnya, lanjutkan dengah segmen ketiga dari pelajaran anda. dan tunjuk Tim C sebagai pemandu kuis.

VARIASI
1.      Berikan tim pertanyaan kuis yang telah dipersiapkan yang darinya mereka memilih kapan  mereka mendapat giliran menjadi pemandu kuis.
2.      Berikan satu penyajian materi secara kontinyu. Bagilah siswa menjadi dua tim. Pada akhir pelajaran, perintahkan dua tim untuk saling memberi kuis.

Pengajaran sesama siswa
Sebagian pakar percaya bahwa sebuah mata pelajaran haru benar-benar dikuasai ketika si pembelajar mampu mengajarkannya kepada orang lain. Pengajaran sesama siswa memberi siswa kesempatan untuk mempelajari sesuatu dengan balk dan, sekaligus, menjadi narasumber bagi satu sama lain. Strategi-strategi yang berikut ini merupakan cara praktis untuk mengadakan pengajaran sesama siswa di kelas. Strategi ini juga memungkinkan guru untuk memberi tambahan. bila dirasa perlu, pada pengajaran yang dilakukan oleh siswa”.

50. Pertukaran Kelompok dengan Kelompok

URAIAN SINGKAT
Dalam strategi ini, tugas-tugas yang berbeda diberlkan kepada kelompok siswa yang berbeda. Setiap kelompok "mengajarkan" kepada siswa lain apa yang ia pelajari.

PROSEDUR
1.      Pllihah topik yang mencakup gagasan. kejadian, pendapat, konsep atau pendekatan yang berbeda. Topik Itu haruslah topik yang mendukung pertukaran pendapat atau informasi (Sebagai ganti debat). Berikut adalah beberapa contohnya:
·       Dua pertempuran terkenal selama Perang Saudara (diAmerika).
·       Gagasan dari dua atau beberapa penults.
·       Tahap-tahap perkembangan anak.
·       Beragam cara untuk meningkatkan gisi.
·       Beragam sistern operasi untuk komputer.
2.      Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah tugas yang diberikan. Pada umumnya  kegiatan Ini cocok untuk dua hingga empat kelovw Berikan waktu yang mencukupi kepada tiap kelompok  untuk menyiapkan cara mereka menyajikan topik yang ditugaskan kepada mereka. Sebagai contoh, satu kelompok dapat menyajikan sebuah buku karya James Baldwin, dan kelompok berikutnya dapat menyajikan buku karya Toni Morrison.
3.      Bila tahap persiapan sudah selesai, perintahkan kelornpok untuk memilih juru bicara. Undang tiap juru hicara untuk memberikan presentasi kepada kelompok lain.
4.      Setelah presentasi singkat, doronglah siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang pendapat presenter atau menawarkan pendapat mereka sendirl. Beri kesempatan anggota lain dari kelompok si juru bicara untuk member! tanggapan.
5.      Lanjutnya presentasi kelompok lain agar tiap kelompok berkesempatan memberikan informasi dan menjawab serta menanggapi pertanyaan dan komentar audiens. Perbandingkan dan perbedaan pendapat dan informasi yang dipertukarkan. Sebagai contoh, seorang guru melakukan pembandingan antara dua negara sebagaimana disebutkan dalam tugas, dengan menggunakan metoda ini. Satu kelompok diberi tugas mempelajari Costa Rica (yang dikenal sebagai kota negara yang damai) dan kelompok lain diberi tugas mempelajari El Salvador (yang belakangan ini dilanda perang saudara). Setelah maslng-masing kelompok menyajikan budaya dan sejarah negara-negara tersebut, selanjutnya dilakukan diskusi untuk menganalisa mengapa dua negara bertetangga itu memiliki pengalaman yang sebegitu berbeda.

VARIASI
1.      Perintahkan kelompok untuk melakukan pembahasan menyeluruh sebelum memberikan presentasi.
2.      Gunakan format diskusi panel untuk tiap presentasi kelompok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar